BOBOTOH HARUS BAGAIMANA LAGI, SIB ?!

Aya naon ? Kunaon? Pertanyaan itu sedang mengganggu hati dan pikiran nyaris semua setelah performa klub kebanggaan mereka akhir-akhir ini. Empat pertandingan tanpa kemenangan?

Sementara alih-alih berusaha memperbaiki kinerja kumaha maen nu bener di lapangan, skuad malah lebih cerah saat berfoto pre-match & post match. Hasilnya? Mungkin ratusan atau ribuan bobotoh yang marah dan kecewa kepada mereka.

Dukungan bobotoh seakan tidak ada artinya bagi para pemain PERSIB,. Cenah ges mah maen butut puguh eleh, masih mending (sebagian) maen alus tapi hasilna seri. Ada yang berpendapat begitu juga. Tapi ini PERSIB! Bukan klub medioker yang cukup bahagia saat mendapat hasil seri. Bukan klub yang sim salabim abrakadabra, ujug-ujug tampil di level profesional kasta elit di negeri ini.

Kunaon efek gadget dan sisoal media, dengan alasan update berita mereka sering berfoto ria, padahal hasil pertandingan sebenarnya tidak etis untuk itu. Karena apa? Bobotoh mah leuwih era jeung nyeri hate tibatan kabeh pemaen jeung manajemen lamun PERSIB eleh, komo elehan wae mah!

Suara-suara miring sampai ke bernada frontal dari bobotoh seakan-akan kurang menjadi pecut para pemain, pelatih dan manajemen klub untuk berubah menjadi lebih baik. Coba siapa yg berani menemui skuad yg sekarang lalu tanyakan arti “PERSIB Besar Karena Cacian, Pujian Adalah RACUN” dari seorang legenda PERSIB, Adjat Sudrajat.

Lalu coba hitung dan perhatikan berapa orang (pemain) yang paham maksud kalimat itu.

Saya sebagai bobotoh kemarin sore, hanya bisa berandai-andai, apa para “veteran” PERSIB merasa malu dengan performa PERSIB akhir-akhir ini? Minimal nya hareudang wae mah atuh.

Andai-andai berlanjut, apakah mereka tak punya geretek hate dengan penampilan skuad yang sekarang? Katanya, cenah sih, baheula mah manajemen & pelatih galak luar biasa, atau punya kata-kata yang bisa membakar semangat para pemain PERSIB saat itu, sehingga bermain spartan dan meraih kemenangan, tapi sesekali kalah sih wajar.

Mungkin kalimat endeswey seperti ini menjadi pegangan mereka “Jika kalian menghina saat Persib kalah maka jgn bersorak saat Persib menang”. Lalu sering-sering lah berfoto ria.
Mungkin terlalu berlebihan kalau selfie mereka dilakukan di atas penderitaan bobotoh yang tersakiti melihat kekalahan klub kebangaannya.

Apa skuad yang sekarang pernah dengar cerita bahwa pemain-pemain PERSIB baheula mah mun hasil seri geus era kaluar imah, komo mun eleh. Dijamin bakal dihujat jeung dicarekan ku bobotoh. Cenah oge sih, soalna kami mah masih ngora hehehe…

Harus bagaimana lagi atuh bobotoh terhadap kalian? Popularitas sudah pasti. Dukungan dan doa juga itu jangan diminta, pasti selalu mengalir setiap waktu. Ketika main bagus, kami akan memuji. Dan ingat, bersiaplah kalian wahai skuad, sangat banyak bobotoh yang akan marah dan malah menghujat dengan kata-kata sangat ladaaa!

Apa perlu kalian merasakan tekanan bobotoh seperti jaman dulu? Padahal baru dikritik lewat sosial media saja sudah ada yang curhat, ada yang blokir akun dan malah ngambek seperti itu tindakan pemain profesional?

Bolehlah kalian berfoto jika menjalani tur awayday, tapi dengan segala hormat, tolong jangan diumbar, hargai perasaan kami sebagai bobotoh. Kami sakit hati, kami malu saat melihat permainan butut kalian yg berujung kekalahan klub kebanggaan kami.

Oh iya, apa berlebihan ada permintaan agar kalian menghampiri bobotoh yang datang ke stadion? Hampiri lebih dekat dengan tribun dimana bobotoh bersorak untuk mendukung kalian sepanjang 2×45 menit untuk kalian. Jangan hanya saat selebrasi rayakan gol saja pemain menghampiri suporternya. Hargai usaha bobotoh yg mendukung kalian saat away.

Sementara mah sakitu dulu weh unek-unek dari saya bobotoh kemarin sore alias yesterday afternoon boys. Walau turnamen ini bukan turnamen resmi, tapi tunjukkan bahwa kalian layak mengenakan jersey PERSIB, buktikan kalian layak kami puja sebagai pemain idola (jangan berpikir dulu menjadi legenda hidup di PERSIB), dan tunjukkan kepada lawan-lawan di atas lapangan permainan PERSIB yg sebenarnya, SERANG – LAWAN – TAKLUKAN.

Sorry to say, hampura kalau ada salah kata, bahasa yg acak-acakan di tulisan saya. Jangan sampai ada yg baper sampai salah paham ya. Hatur nuhun PERSIB! Bagimu PERSIB jiwa raga kami. (Arief Gunawan)

*Penulis adalah seorang bobotoh dengan akun twitter @outsider022

Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan di rubrik Republik Maung ini dengan tidak mengurangi atau menambah esensinya.
Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan tulisan ini dluar tanggung jawab redaksi BID
Redaksi mengajak Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh@gmail.com

 

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.