JOKDRI : PERSIJA ITU INDIT LANTARAN DIHUKUM BEDA JEUNG PERSIB !

PT Gelora Trisula Semesta (PT ) selaku operator turnamen Indonesia Soccer Championship () 2016 menampik anggapan miring dari media officer Pusamania Borneo FC (), Hedly Sundana terkait dikabulkannya permohonan perubahan jadwal yang diajukan Bandung.

Menurut Direktur utama PT GTS, Djoko Driyono dikabulkannya permohonan tim berjuluk Maung Bandung itu karena alasan yang logis karena saat ini hampir seluruh Stadion di Jawa Barat akan dipergunakan untuk hajatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jabar.

Pria yang akrab disapa ini pun menyinggung sedikit komentar Abe yang menyebutkan seharusnya Persib bisa meniru Jakarta yang kini tak memiliki markas tetap.

Ieu Rame Lur : PBFC TEU TARIMA DENGAN PERLAKUAN PT GTS TERKAIT PENJADWALAN ULANG KONTRA PERSIB !

“Posisi Persija beda dengan Persib, posisi Persija itu pergi karena dihukum. Bukan Persija pergi karena stadionnya tak ada,” Kata Jokdri seperti dikutip dari goal.com.

“Persib itu harus pergi karena agenda nasional, bukan karena kesalahan dan mereka harus mengalah. PS TNI juga demikian,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak manajemen PBFC melalui Abe meluapkan keras terhadap PT GTS terkait masalah tersebut bahkan abe menyebut PT GTS menganak emaskan tim Juara Indonesia Super League (ISL) 2014 itu.

Abe pun mengatakan seharusnya Persib bisa mencari stadion di luar Jawa Barat. Seperti yang dilakukan Persija Jakarta, dimana klub berjuluk Macan Kemayoran itu memilih pindah ke Stadion Manahan Solo untuk menggelar laga kandangnya karena Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) mengalami renovasi persiapan ASIAN GAMES 2018.

“Operator hanya mengakomodir keinginan klub-klub tertentu, sementara klub-klub lain ditegas-tegasin dengan peraturan. Kenapa harus begini? apa perlu kita punya saham dulu biar bisa di anak emaskan?,” kata Abe seperti dilansir di laman resmi klub PBFC. (Bobotoh.id/FD).

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.