MAKÉ PAMAÉN ILEGAL, TIM SEPAK BOLA PON DKI GUGAT TIM JAWA TENGAH!

Protes dilayangkan oleh tim sepak bola PON DKI Jakarta kepada panitia penyelenggara PON XIX Jawa Barat. Bukan tanpa alasan, Tim sepak bola PON DKI melayangkan protes tersebut dikarenakan tim sepak bola PON Jawa Tengah menurunkan pemain tidak sah saat bertanding melawan mereka.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Jum’at (16/9/2016), DKI Jakarta kalah 0-1 dari Jawa Tengah. Disebutkan oleh tim sepak bola PON DKI Jakarta, sedikitnya ada 3 pemain Jawa Tengah yang digugat oleh mereka. Diantaranya adalah Heru Setyawan, Fajar Setyajaya, dan Ahmad Agung. Mereka dianggap ilegal karena didaftaran PON Jateng sebagai pemain amatir.

Ieu rame lur: FOTO-FOTO TERMEDED DARI PEMBUKAAN PON JABAR!

Padahal, menurut versi PON DKI Jakarta, ketiga pemain itu adalah pemain profesional yang turun di B.  Dari informasi yang diberikan PON DKI Jakarta, Heru Setyawan adalah pemain Persita Tangerang, sementara Fajar Setyajaya dan Ahmad Agung merupakan pemain PSIS Semarang.

Padahal setiap tim hanya bisa mendaftarkan lima pemain dengan status profesional dan Jateng sudah mendaftarkan pemain sebanyak itu. Lima pemain profesional yang didaftarkan PON Jateng adalah Ravi Murdianto (PS TNI), Ricky Fajrin (Bali United), Septian David Maulana (Mitra Kukar), Haudi Abdillah (PSCS Cilacap), dan Zaenal Arivin (PSIR Rembang).

“Pemain atas nama Heru Setyawan ini yang menjadi masalah. Dia baru saja memperkuat Persita di ISC B, sekarang tiba-tiba jadi pemain amatir,” kata Benny Erwin, manajer sepak bola PON DKI Jakarta dikutip dari laman Topskor.co.id.

Oleh karena berdasarkan surat protes yang dikirimkan, DKI Jakarta meminta Pengurus Besar (PB) PON dan PSSI untuk menindak tegas Jateng. “Mereka harus dianggap kalah 0-3 dan poinnya dikurangi,” kata Sudirman, pelatih PON DKI Jakarta. (.id/RF)

 

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.