MAU NYUMBANG? INI LHO KEBUTUHAN KORBAN BANJIR DI GARUT!

Animo para dari berbagai pelosok Indonesia untuk menyumbang saudara-saudaranya yang trekena musibah di kabupaten Garut dan Sumedang sangat tinggi. Bahkan dari garis khatulistiwa pun, Viking Khatulistiwa yang berada di Pontianak, Kalimantan Barat pun turut menggalang bantuan.

Bobotoh.id pun mencari tahu apa saja sih yang dibutuhkan para pengungsi atau korban bencana alam, khususnya di Kabupaten Garut yang terdampak banjir bandang Sungai Cimanuk.

Berikut adalah daftar kebutuhan warga kabupaten Garut yang disarikan dari perbincangan Bobotoh.id dengan Bunda Prita, salah seorang relawan yang bertugas mengumpulkan data kebutuhan pasca bencana.

1. Uang kontan, uang dibutuhkan karena korban umumnya berhenti bekerja sementara bencana sedang diatasi. Uang dapat digunakan untuk membeli peralatan dapur yang hilang terseret banjir, atau untuk ongkos anak-anak sekolah, atau membeli kasur yang hancur terendam air,

2. Pakaian dalam untuk lelaki dan wanita, dewas dan anak-anak, Termasuk pembalut weanita dan popok bayi sekali pakai/diapers,

3. Sayur-mayur serta bahan makanan mentah untuk di dapur umum, tentu berikut bumbu masaknya,

4. Seragam sekolah beserta tas sekolah, buku tulis, alat tulis seperti pinsil, pulpen, karet penghapus, penggaris, krayon,

5. Obat-obatan karena pasca bencana warga dan pengungsi rawan terkena penyakit karena cuaca, terkena penyakit kulit, dll,

6. Makanan bayi berupa susu formula dan biskuit atau bubur bayi,

7. Tenaga manusia, ini juga diperlukan untuk membersihkan rumah, fasilitas umum atau jalan yang sempat dilalui air dan menimbulkan banyak lumpur

Bunda Prita juga sangat menyarankan untuk tidak menyumbang pakaian bekas ataupun mie instan. Karena menurutnya jumlahnya sudah lebih dari cukup. “Kalau mau nyumbang pakaian, lebih baik seragam sekolah saja,” ujarnya ketika dihubungi Bobotoh.id pelalui layanan pesan singkat, Minggu sore, 25/9/2016.

Selain itu Bunda Prita juga bagi yang hendak menyerahkan langsung, mau menyusur warga yang tinggal di dalam gang dan di pedalaman kampung-kampung. Tidak hanya fokus hanya pada mereka yang berada di pinggir jalan. Dengan demikian bantuan tidak menumpuk di titik-titik tertentu.

“Saran saya hubungi ketua RT/RW atau pada lembaga-lembaga yang memang biasa bergerak di daerah bencana agar bantuan efektif dan tepat sasaran, misalna ACT,” ujar Bunda Prita yang aktif di #IndonesiaTanpaJIL chapter Garut dan juga menjadi relawan ACT.

Nah bobotoh, ayo berlomba-lomba dalam kebaikan. Fastabiqul khoirot! (Bobotoh.id/RCK. Foto: Istimewa)

pritada-bantuan-garut-001

pritada-bantuan-garut-003

pritada-bantuan-garut-002

Komentar

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.