MIRIS ! TIM ISC B INI HANYA MAKAN NASI BUNGKUS & TIDUR DI KASUR IPIS !

Miris, itulah kata yang terucap saat melihat kondisi salah satu tim di Indonesia Soccer Championship () B, Persekap Kota Pasuruan. Bagaimana tidak, kondisi keuangan yang minim membuat para pemain hanya makan nasi bungkus dan tidur di kasur tipis.

Bahkan menurut manajer pelatih Persekap, Aris Budi Prasetya, manajemen menunggak gaji satu bulan gara-gara krisis finansial. Mereka semala ini hanya mengandalkan uang subsidi yang diberikan operator ISC kepada setiap peserta yang jumlahnya kira-kira mencapai Rp. 400 juta.

“Tapi kami sudah menerima Rp 300 juta. Uang itu sudah habis ketika Persekap menyelesaikan babak penyisihan lalu. Untuk babak 16 besar nanti, kami sama sekali belum punya dana. Kami masih punya utang sebulan gaji kepada pemain,” ungkap Aris Budi Prasetya, manajer pelatih Persekap.

“Jika sisa uang (Rp 100 juta) itu dikirim, kami tak berutang pada pemain. Saya terpaksa menalangi dan cari pinjaman ke teman-teman untuk operasional tim. Terutama untuk konsumsi pemain,” kata Aris Budi Prasetya.

Ieu Rame Lur : Kelebihan Marcos Flores Dimata Djanur ! Naon Waae ?!

“Anak-anak mulai nasi bungkus di akhir babak penyisihan lalu. Saat pemusatan latihan di Lawang kemarin, kami juga hanya bisa membelikan nasi bungkus. Untuk kebutuhan nutrisi pemain jelas tidak cukup. Saya hanya bisa berdoa mereka tak sakit dengan keterbatasan ini,” tutur Aris Budi Prasetya.

Soal mes pemain pun, lanjut eks pilar Persik dan Arema itu, juga seadanya. Mereka ditampung di rumah pribadi peraih gelar Pemain Terbaik Piala Indonesia 2010 itu.

“Saya hanya bisa membelikan kasur busa tipis untuk tidur pemain. Kebetulan di rumah ada beberapa ruang kosong yang bisa dipakai istirahat pemain. Saya sangat salut dengan tekad mereka. Dengan fasilitas minim, Persekap bisa lolos ke enambelas besar,” jelasnya.

Di babak enambelas besar nanti, Aris Budi Prasetya berharap Persekap tak tergabung dengan kontestan dari Sumatera atau Sulawesi. “Kalau Persekap satu grup dengan tim pulau itu, kami bisa lempar handuk di tengah jalan. Subsidi babak enambelas besar pasti tak cukup untuk operasional ke luar Jawa,” ucapnya. (.id/HL/Bola.com)

 

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.