REPUBLIK MAUNG: BOBOTOH.ID MENGRUKSAK BAHASA SUNDA? IEU KATA BUDAYAWAN!

Sebagai media komunitas sa-alam dunya, Bobotoh.id memiliki ciri khas yang nampaknya akan menjadi populer. Ciri khas itu ialah penggunaan bahasa Indonesia yang dimodifikasi dengan menyisipkan satu atau dua kata yang berasal dari bahasa Sunda.

Tidak cukup dengan itu, Bobotoh.id juga menggunakan kosa kata bahasa Sunda yang sedikit tidak lazim. Yakni menggunaan imbuhan/awalan dan akhiran yang berasal dari khazanah tata bahasa Indonesia untuk digabungkan dengan kosa kata bahasa Sunda.

IEU RAME LUR: SRIWJAYA FC MENJOJOÉT PERSIBA, MITRA KUKAR KALAHKAN BARITO!

Tidak jarang penggunaan modifikasi yang diterapkan Bobotoh.id hanya di dalam judul berita itu mendapat kritikan dari bobotoh. “Ulah ngaruksak bahasa Indonesia atuh Min! Mun rék bahasa Indonesia, Indonesia kabéh, mun rék Sunda, Sunda kabéh!” (Jangan merusak bahasa dong Min! Kalau mau memakai bahasa Indonesia ya bahasa Indonesia semua, kalau mau memakai bahasa Sunda, bahasa Sunda semua!) komentar seorang Bobotoh dalam boks komentar di fanspage Bobotoh.id di jejaring sosial Facebook.

Tetapi ternyata pendapat Hawe Setiawan berbeda. Hawe Setiawan yang merupakan Ketua Lembaga Budaya Universitas Pasundan menyatakan bahwa apa yang dilakukan Bobotoh.id itu termasuk bahasa gaul.

Seperti diberitakan dalam surat kabar Pikiran Rakyat edisi cetak yang terbit hari Minggu, 4 September 2016, Hawe menyatakan bahwa bahasa gaul itu ada di setiap periode selama bahasa itu dituturkan. Artinya selalu ada ragam bahasa lain di luar bahasa resmi. Dalam konteks bahasa Sunda, akan selalu ada bahasa gaul Sunda.

Walau pada artikel tersebut tidak disebutkan dengan jelas nama Bobotoh.id. Artikel tersebut hanya menulis media bobotoh. Tetapi cukup jelas bagi Bobotoh.id bahwa yang dimaksud Hawe adalah media komunitas Bobotoh.id. Karena memang hanya Bobotoh.id yang menggunakan kalimat judul provokatif dan’nyeleneh’ seperti yang digunakan sebagai contoh oleh Hawe Setiawan untuk mendeskripsikan pendapatnya.

Hawe Setiawan bahkan menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Bobotoh.id adalah contoh yang bagus. “Ini contoh bagus bagaimana bahasa Sunda gaul bisa dikonstruksikan bersama bahasa Indonesia.”

“Mungkin dari sudut pandang pemelihara bahasa baku ini, merusak bahasa. Tapi kalau kita geser ke sudut pandang bahasa hidup (living language), jadi ada harapan bahasa Sunda bisa diaktualisasikan oleh pemakainya terutama anak muda.”

Nah Bobotoh, bagaimana kumaha pandangan Bobotoh? Menggunakan bahasa Sunda tidak selalu harus ribet kan? (Bobotoh.id/RCK)

Komentar

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.