UWOW… DAMPAK EKONOMI TINA TURNAMEN ISC 2016 TEMBUS ANGKA 1,7 T !

Turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 yang baru digelar setengah musim telah mencetak rekor baru ekonominya. Menurut PT Gelora Trisula Semesta () selaku operator ISC dampak dari kegiatan sudah menembus angka Rp1,7 triliun dan tertinggi di Indonesia.

“Angka ini memang cukup mencengangkan. Ini adalah yang tertinggi selama kompetisi sepak bola digelar di Indonesia,” kata Direktur Utama PT GTS di sela pemaparan setengah musim ISC di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, meski kompetisi ini lahir karena keresahan klub setelah kompetisi Indonesia Super League (ISL) tertahan karena ada polemik di tubuh induk organisasi sepak bola Indonesia atau PSSI hingga jatuhnya sanksi dari FIFA, namun semuanya berjalan dengan baik.

Ieu Rame Lur : RAPOT ISC: PERSIB KE-7 BOBOTOH RENGKING KE-1!

Dukungan dari 18 klub termasuk sponsor seperti Torabika, IM3 Ooredoo, Kuku Bima Herbal hingga BTPN Wow itu menunjukkan, jika kompetisi sepak bola di Indonesia sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Terbukti hingg Paruh musim pertama pertandingan selalu dipadati oleh penonton.

Tidak hanya itu, berdasarkan catatan dari PT GTS, kompetisi ISC 2016 juga mampu membuka lapangan kerja yang cukup besar, yaitu 17 ribu lapangan pekerjaan dari berbagai kategori. Hal ini menunjukkan jika sepak bola mampu membangkitkan ekonomi rakyat.

Memasuki paruh kedua, beberapa inovasi akan dilakukan demi kompetisi yang lebih berwarna. Selaku operator, PT GTS berusaha melakukan terobosan demi kelancaran kompetisi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Inovasi dimulai dari sistem efisiensi kerja di lapangan, sistem pengawas pertandingan, wasit hingga pendaftaran pemain telah dilakukan secara online. Kami ingin semuanya bisa meraih hasil maksimal demi menyongsong kompetisi berikutnya,” kata Joko Driyono seperti dikutip antaranews.com.

ISC 2016 bisa dikatakan banyak kejutan. Selain dari dampak ekonomi, kompetisi ini juga menobatkan klub Madura United sebagai juara paruh musim. Klub asal Madura unggul lima poin dengan klub besar di Tanah Air yaitu Arema Cronus yang saat ini berada diposisi dua.

Jika dilihat dari data kompetisi sebelumnya, juara paruh musim berpeluang besar menjadi juara kompetisi. Hanya saja, untuk kompetisi ISC tahun ini sulit diprediksi karena kekuatan tim cukup merata. Dengan demikian, peluang Madura United disusul tim lain tetap terbuka. (Bobotoh.id/FD)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.