POLISI EREK MENGKAJI DEUI PERIZINAN PERTANDINGAN PERSIJA DI BOGOR !

Pihak kepolisian Resort sangat menyayangkan tindakan Jakarta, The yang berulah dengan membuat kericuhan di wilayah Kabupaten Bogor sesaat dan sesudah laga PS TNI kontra Jakarta dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 di Stadion , Cibinong, Kab.Bogor, Jumat (14/10/16) kemarin.

Hingga akhirnya pihak Kepolisian Reort Bogor pun berniat mengkaji ulang terkait perizinan pertandingan Persija di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Sebab menurut Kepala Kepolisian Resor Bogor, AKBP A.M. Pastika, pihaknya sangat menyayangkan sikap anggota Jakmania dalam kerusuhan tersebut.

“Kami akan kaji pertandingan (Persija) selanjutnya di wilayah kami di Bogor, khususnya di Stadion Pakansari,” kata Dicky seperti dikutip dari Metrotvnews.com Sabtu (15/10/16).

Ieu Rame Lur : MASIH TERKEPUNG DEU JÉK TAK BERANI PULANG!

Seperti diberitakan sebelumnya, Dicky mengatakan kerusuhan yang terjadi di wilayahnya karena suporter Persija Jakarta, Jakmania merupakan kali pertama terjadi sejak digulirkannya pertandingan sepak bola Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 diselenggarakan di Stadion Pakansari, Cibinong, Kab.Bogor.

Parahnya, Jakmania datang dalam jumlah banyak dan memprovokasi warga yang notabene pendukung Persikabo dan Persib.

“Selama ini banyak pertandingan, koordinatornya selalu kooperatif dengan pihak keamanan,” ungkapnya.

Menurut Dicky, Kerusuhan tersebut terjadi di luar dugaan. Sejak Jumat siang, sudah berjaga di Stadion Pakansari dan saat itu diketahui hanya 3.100 tiket terjual.

Seusai Salat Jumat, ribuan The Jak Mania tanpa membawa tiket memaksa masuk untuk menonton pertandingan dan akhirnya Polisi terpaksa mengizinkan Jakmania masuk tanpa tiket di babak kedua.

“Amat disayangkan pendukung Persija lagi-lagi tidak kooperatif dengan pihak kepolisian. Memang tanpa atribut, tapi tanpa terkoordinasi datang ke wilayah Bogor. Mereka juga memancing kemarahan warga di wilayah Bogor,” pungkasnya. (Bobotoh.id/FD)

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.