STYROFOAM PRAKTIS NGAN HANJAKALNYAH BERBAHAYA!

Kota Bandung akan mulai menerapkan pelarangan penggunaan styrofoam untuk digunakan sebagai kemasan makanan minuman. Larangan itu akan berlaku efektif per 1 November 2016 mendatang.

Nah , untuk memahami mengapa styrofoam menjadi ‘musuh’ utama kota Bandung, ini ada beberapa penjelasan singkatnya.

Styrofoam (disebut juga polystyrene) umumnya berwarna putih bersih. Bentuknya simpel dan ringan. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styrene ini kerap dijadikan bungkus makanan lantaran mampu mencegah kebocoran dan mampu mempertahankan bentuknya saat dipegang.

IEU RAME LUR: BEK PERSIB IEU TERTARIK MAIN DI LUAR NEGERI!

Bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang. Bentuknya yang ringan menjadikan styrofoam mudah dibawa. Makanan yang disimpan di sana juga tetap segar dan utuh. Tidak hanya itu, alasan dipilihnya styrofoam sebagai bahan pembungkus makanan terlebih karena biaya pengemasannya yang murah.

Dibalik kelebihannya itu, styrofoam ternyata sangat berbahasa bagi kesehatan. Komponen styrofoam (benzen, carsinogen, dan styrene) dapat menimbulkan kerusakan pada sum-sum tulang belakang, menimbulkan anemia dan mengurangi produksi sel darah merah hingga meningkatkan resiko kanker. Komponen ini mudah terlepas saat styrofoam bersentuhan dengan panas, lemak, atau minyak.

Di samping berbahaya bagi tubuh, styrofoam atau sterefoam pun berbahaya bagi lingkungan. Jika sampah plastik membutuhkan waktu hingga 500-an tahun untuk dapat terurai di dalam tanah, styrofoam justru tidak pernah dapat terurai. Sehingga sebungkus sampah styrofoam di dalam tanah akan tetap pada bentuknya, tidak berubah, apalagi hancur hingga kapanpun.

Dengan jumlah styrofoam yang diunakan dalam seharinya, dikalikan jumlah penduduk bumi, dikalikan jumlah hari, dapat dibayangkan berapa banyak sampah styrofoam yang kemudian akan menumpuk mencemari tanah, air, dan laut di bumi. Dengan berbagai kandungan kimia yang terdapat di dalamnya, berapa banyak organisme bumi yang akan menerima dampaknya?

Dengan konsumsi sampah styrofoam kita saat ini, bisa jadi puluhan tahun yang akan datang, bumi berubah menjadi daratan styrofoam. (Bobtotoh.id/RCK)

Komentar

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.