7 POIN PENTING DARI LAGA INDONESIA MENGLAWAN FILIPINA !

Lagu Indonesia Raya berkumandang dengan jelas di Philippine Sport Stadium pada Selasa (22/11) malam, Boaz Salossa dkk. dihadapkan oleh laga hidup dan mati melawan sang tuan rumah.

Banyak warga negara Indonesia terlihat hadir di stadion yang berjarak 40 kilometer dari pusat kota Manila. Suporter Garuda tak kalah berisik dari para Ultras Filipina yang mendukung tuan rumah di ajang Piala AFF 2016 kali ini.

Tandukan bek Sriwijaya FC Fachrudin Aryanto membuka agresivitas timnas Indonesia di babak pertama. Sama seperti yang kita pertunjukan saat melawan Thailand di laga pertama. Sayang Indonesia nampak mudah dijebol kali ini melalui Misagh Bahadoran. Skor sama kuat 1-1 tercipta hingga turun minum.

Sang kapten Boaz Salossa di babak kedua, Indonesia hanya bisa terdiam ketika tendangan melengkung Phil Younghusband sukses merobek gawang Kurnia Meiga.

Kembali kita tak belajar dari kesalahn di laga sebelumnya. Berikut catatan penting usai laga melawan Filipina:

– Pelatih Alfred Riedl memang pelatih old school yang tak akan merubah formasi ataupun manajemen pergantian pemain di situasi yang sedang dihadapinya. Dirinya tetap setia dengan pakem 4-4-2 di saat unggul 2-1 yang hanya menyiskana 10 menit.

Ferdinand Sinaga masuk menggantikan Lerby Eliandry, Zulham Zamrun menggantikan Andik Vermansah sedangkan Bayu Pradana masuk untuk Evan Dimas.

Ya ketiga pemain itu masuk untuk menggantikan pemain lain yang juga memiliki posisi yang sama.

Mengapa Riedl tak menumpuk lima pemain bertahan atau tiga pemain tengah disaat unggul? Ya, semua pelatih memang memiliki ego dan sistemnya masing – masing, mereka yang paling mengerti kondisi kesiapan para pemain timnas di ajang AFF tahun ini.

– Terlihat di menit ke-70an skuat Garuda nampak kedodoran dengan kondisi staminanya, begitu juga dengan Filipina sebenarnya. Dengan kendurnya stamina beberapa pemain pun dengan mudah kehilangan konsentrasinya. Hal ini terlihat dengan beberapa pelanggaran di area berbahaya. Yang mana membuat Indonesia kebobolan melalui tendangan bebas Phil Younghusband.

– Sisi positif dalam laga kali ini adalah Indonesia terlihat tajam dari segi statistik dengan 10 kali tendangan ke gawang dari 15 kali percobaan, berbeda dengan Filipina yang hanya memiliki total tujuh tendangan tepat sasaran dari 17 kali percobaan. Penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah Riedl tentunya.

Ieu Rame Lur : Kunaon Andik Diganti ?! Ieu Alasan Riedl !

Walau tim tuan rumah lebih mendominasi penguasaan bola dengan 60 persen.

– Empat hingga lima penyelamatan penting dilakukan oleh Kurnia Meiga dalam laga ini. Filipina pun bisa melepaskan tendangan dari luar kotak pinalti sebanyak empat kali melalui aksi individu pemain mereka.

Ruang tembak pemain lawan perlu diperkecil agar mereka tak leluasa dalam melepaskan tendangan ke gawang Indonesia.

Blocking ataupun tekel tak begitu nampak dari para penggawa timnas di laga ini. Stephan Schrock sangat dominan di lini tengah permainan.

– Sektor kiri yang begitu dominan saat menyerang pertahanan Thailand di babak pertama tak terlihat di laga kali ini. Indonesia lebih sering memberikan bola direct kepada Lerby ataupun Boaz, dengan memanfaatkan ruang kosong. Alhasil kedua pemain depan kita nampak lelah di akhir laga.

– Pemain Filipina jarang sekali terjebak offside, komunikasi backfour Indonesia mesti ditingkatkan lagi. Tercatat Filipina hanya terjebak satu kali offside, berbeda dengan Indonesia dengan tiga kali.

– Kontrol emosi di laga internasional harus kembali diingatkan oleh para staff pelatih timnas, seburuk apapun kepemimpinan wasit dalam laga ini tetap emosi dari para pemain mesti dijaga. Indonesia melakukan 16 pelanggaran berbanding 12 dari tuan rumah.

Masih ada peluang bagi Indonesia untuk lolos dari fase grup dan tentu melalui kemenangan atas Singapura di laga akhir pada Jumat, 25 November 2016 esok. Namun Indonesia juga harus melihat hasil dari laga lain yaitu kala Thailand bertemu dengan Filipina. (bolalob.com)

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.