CERITA KORBAN PEMBEGALAN DI TUKANGEUN IMAH DINAS RIDWAN KAMIL !

Toni Fernandi (22) dan adiknya Olivia Oktaviani yang menjadi pembegalan tepat di belakang , , Pendopo pada Kamis (17/11/16) dini hari menjelaskan secara rinci kronologi peristiwa mengerikan tersebut.

Menurut Toni peristiwa bermula sewaktu Tony pulang bersama adik kandungnya, Olivia Oktaviani (19). Pemuda tersebut rutin menjemput Olivia yang bekerja sebagai kasir di salah satu tempat hiburan malam di Jalan Dewi Sartika. Mereka berdampingan berjalan kaki menyusuri Jalan Balonggede menuju rumahnya yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara.

“Jadi ada dua sepeda motor datang dari arah berlawanan (Alun-alun Bandung). Para pelaku berjumlah empat orang. Nah, motor paling depan menghampiri kami,” ucap Toni saat berbincang bersama detikcom di kediamannya, Jalan Pasundan, Kota Bandung.

Tiba-tiba motor itu berhenti menahan langkah Toni dan Olivia. Toni sudah menaruh curiga dengan gerak-gerik orang tak dikenal tersebut.

“Pelaku memepet kami. Salah satu pelaku sempat bilang, ‘punten kang bade tumaros’ (maaf kang mau tanya). Felling saya bakal terjadi sesuatu. Lalu saya tarik adik, tapi pelaku mendorong sambil tangannya seperti mengeluarkan benda diduga senjata tajam,” tutur bassist band The Old Coffe bergenre blues rock ini.

Ieu Rame Lur : KOTA BANDUNG KEMBALI ‘DIJUNGJURIGAN’ BEGAL !

Olivia panik sambil mendekap tas kecil terkalung di lengan kirinya yang berusaha dirampas pelaku. Sementara nyali Toni tak gentar menghadapi komplotan penjahat. “Di lokasi kejadian atau belakang Pendopo itu memang sepi dan gelap. Saya sempat dorong motornya (pelaku),” ujar Toni.

Salah satu pelaku yang dibonceng itu turun dari motor. Sementara dua pelaku lainnya yang posisi motornya berada di belakang mencoba menghalangi Olivia. “Saya berontak dan melawan,” ucap Toni.

Duel Toni dan salah satu pelaku bersenjata tajam ini memicu kegaduhan. Sejumlah warga yang tengah nongkrong di warung kopi di dekat lokasi kejadian atau jaraknya 50 meter, mendengar jeritan Olivia. Warga berlarian mendekat sumber suara keributan tersebut.

“Saat warga datang, para pelaku kabur,” ujar Toni.

Toni meringis kesakitan. Ia terluka sobek sepanjang 15 sentimeter dari dagu ke pipi kiri dan dada kiri. Warga langsung memboyong Toni ke Rumah Sakit Immanuel Bandung.

“Luka robek bagian dagu ke pipi ini harus mendapat 20 jahitan. Kalau dada kiri ini dua jahitan. Pelaku sepertinya menggunakan cutter,” kata Toni sambil menunjukkan bagian luka yang dibalut perban.

Paman Toni sudah melaporkan upaya pembegalan tersebut kepada Polsek Regol. “Enggak ada barang berharga milik saya dan adik yang diambil para pelaku,” kata Toni. -detik.com- (.id/FD)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.