CEUK DEU JEK, “SEPAK BOLA HARUSNYA MENYATUKAN, SELANJUTNYA….”

Selain menyuarakan 7 pernyataan sikap atas tewasnya anggota mereka saat bentrokan dengan warga di sekitaran Tol Cipali, Minggu (6/11/2016) kemarin, Pengurus pusat (PP) The Jakmania mengatakan, seharunya bisa menyatukan dan permusuhan hanya terjadi di lapangan dengan durasi 90 menit.

“Sepak bola seharusnya menyatukan, permusuhan hanya terjadi di lapangan dalam durasi 90 menit, selanjutnya kita masih sama, masih menyanyikan lagu Indonesia Raya,” kata PLT Ketua Umum The Jakmania, Donal Aldiyansah.

“Kami percaya, Tuhan Maha Mengetahui segalanya, kami juga percaya bahwa keadilan akan berada pada pihak yang benar,” imbuhnya.

Ieu Rame Lur : Ieu Kronologi Kerusahan Deu Jek dengan Warga Di Tol Cipali !

Pernyataan sikap PP The Jakmania ini terkait adanya bentrokan rombongan pendukung Persija di Tol Cipali dengan warga. Menurut informasi dari pihak Polda Jawa Barat, insiden itu berawal saat 6 bus rombongan Jakmania (yang baru saja menyaksikan pertandingan antara Persija dan di Solo) melewati KM 188 atau Pintu Tol Palimanan.

Kemudian secara mendadak, 3 bus yang berjarak 2 kilometer di belakangnya berhenti di 100 meter flyover Lungbenda, dan sebagian suporter diduga turun dari bus melempari rumah warga Lungbenda dengan batu.

Konsekuensinya, aksi tersebut direspon balik oleh warga setempat. Insiden hampir serupa juga terjadi beberapa jam sebelumnya antara suporter Jakmania pun bentrok dengan sekelompok pemuda yang tengah berkumpul di bawah flyover.

Mereka mengira sekelompok pemuda itu Persib Viking yang hendak menghadang. Menurut polisi, sekelompok pemuda itu adalah anak punk yang memang biasa berkumpul di sana. (bobotoh.id/HL)

 

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.