DEU JEK BANYAK ULAH DI STADION, PANPEL: PEMERIKSAAN KAMI SUDAH MAKSIMAL!

Suporter Persija Jakarta atau yang sering disebut The Jakmania kembali berulah ketika tim kesayangannya menjamu di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (5/11/2016) malam kemarin. Para suporter tim ibu kota tersebut terbukti melakukan beberapa tindakan arogan selama pertandingan berlangsung.

Padahal, The Jakmania sedang dalam posisi terhukum tidak boleh menyaksikan tim Persija Jakarta bertanding dengan menggunakan atribut di stadion manapun. Namun, pada pertandingan kemarin, ribuan The Jakmania terbukti datang langsung ke stadion dengan menggunakan atributnya.

Tak hanya itu, mereka pun kedapatan menyalakan petasan atau kembang api yang sangat diharamkan oleh operator turnamen Indonesia Soccer Championship () 2016 yakni PT Gelora Trisula Semesta (GTS).

Ieu rame lur: KONDISI FEBRI KUMAHA? IEU CEUK DOKTER TIM PERSIB !

Bukan hanya kedapatan menyalakan petasan atau kembang api, The Jakmania pun terbukti terlibat dalam kerusuhan suporter di dalam stadion, menyanyikan nyanyian rasis hingga melakukan pelemparan benda ke lapangan pertandingan.

Menanggapi itu, ketua panpel Persija, Bobby Kusumohadi, mengaku pasrah dengan ancaman sanksi yang menanti dari operator turnamen. Dirinya mengklaim baik panpel maupun aparat keamanan telah memeriksa tas suporter secara ketat sebelum masuk stadion.

“Kami sudah maksimal dalam pemeriksaan, namun masih ada penyalaan flare di beberapa titik. Mungkin mereka punya trik-trik khusus. Sanksi pasti ada karena kami sudah memprediksi. Apalagi selain flare ada juga korban luka,” ungkap Bobby seperti dilansir laman bola.com. (.id/RF)

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.