MENINCAK MASTAKA WASIT, OPAT PEMAIN IEU DI HUKUM 2 TAHUN LARANGAN BERMAIN!

Empat PS Bengkulu Tengah (PS Benteng) yang melakukan tindakan terpuji terhadap wasit Cholid Dalyanto akhirnya dijatuhi berupa bermain selama diseluruh kompetisi PSSI.

Larangan itu mulai berlaku sejak surat sanksi tersebut dikeluarkan tertanggal 25 November 2016 yang ditandangani oleh ketua Panitia Disiplin (Pandis), Wahadi, (Linus).

Keempat pemain tersebut ialah Ahmad Ramdani, Majid Moniy, Budi Eka Putra, dan Doni Setiawan, di mana saat itu mereka melakukan protes sampai memukul Cholid hingga terjatuh, dan ada pemain PS Benteng bernama Budi Eka Putra yang secara sengaja menginjak kepala Cholid yang sudah terkapar di tanah. Lantaran hal itu, Panitia Disiplin (Pandis) Linus langsung bergerak cepat.

Ieu Rame Lur : SEPAK BOLA INDONESIA KEMBALI TERCORENG, PEMAIN NINCAK SIRAH WASIT !

“Semua pelanggaran disiplin serius dapat ditingkatkan sanksinya ke Komisi Disiplin PSSI. Event Linus putaran nasional memiliki catatan penting atas antusiasme klub dari level Asprov. PSSI memiliki keberpihakan tinggi atas progress ini,” kata Joko Driyono, wakil ketua umum PSSI kepada Goal Indonesia.

“Sepakbola (kompetisi amatir) menggeliat kembali. Mereka perlu apresiasi, atensi. Kita tidak sering melihat itu. Hal-hal buruk tidak ada tempat lagi. Kami memastikan penegakan disiplin dijalankan sepenuhnya,” tambah pria yang juga menjabat sebagai direktur utama PT Gelora Trisula Semesta (GTS) itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa itu terjadi pada pertandingan lanjutan Linus yang mempertemukan Persiku Kudus vs PS Belitung Tengah di Stadion Wergu Wetan, Kudus, 25 November 2016 lalu. (.id/FD)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.