TRADISI KONFLIK SUPORTER ULAH DIPERTAHANKEUN ! CEUK KEMENPORA !

Pihak Kementerian Pemuda & Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) meminta kepada seluruh suporter untuk tidak mempertahankan tradisi konflik yang anarkhis sehingga mengakibatkan korban jiwa dan luka.

Hal tersebut dikatakan perwakilan Kemepora RI, Deputi 4 Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga merangkap Kepala Komunukasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, Minggu (6/11/2016).

“Kemenpora malam ini juga (Minggu) telah langsung melakukan komunikasi dengan Joko Driyono selaku Dirut PT GTS penanggung jawab turnamen Torabika serta beberapa pimpinan suporter sepakbola,” kata Gatot.

“Selain memperoleh up date insiden dari berbagai sumber, juga untuk mengingatkan seluruh kelompok suporter agar tidak terus mempertahankan tradisi konflik yang anarkhis apalagi hingga jatuh korban berulang kali,” tegasnya.

Ieu Rame Lur : Deu Jek Banyak Ulah di Stadion, Panpel : Pemeriksaan Kami Sudah Maksimal !

Selain itu, Gatot juga meminta kepada komisi disiplin PT GTS untuk mengadakan pertemuan pasca bentrokan yang mengakibatkan tewasnya seorang The Jakania di Tol Cipali, Minggu (6/11/2016) kemarin.

“Tetapi yang lebih penting lagi adalah agar ada perubahan sikap yang sangat mendasar tentang prinsip loyalitas pada klub, karena jika tidak akan mudah bergesekan dengan masyarakat umum yang mungkin tidak langsung bersentuhan dengan kepentingan pertandingan,” tukasnya. (.id/HL) (Fotonya Ilustrasi)

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.