WANDERLEY, PEMAIN BERPASPOR PALSU INDONESIA DIHUKUM BEURAT !


Sanksi berat dijatuhkan oleh komisi disiplin (Komdis) AFC kepada klub Uni Emirat Arab, Al Nasr dan sang pemain, Wanderley Santos terkait paspor palsu Indonesia yang dimiliki pemain asal Brasil tersebut.

Usai sidang di Kuala Lumpur, Rabu (9/11/2016) komdis AFC menjatuhi hukuman denda 50 ribu dolar atau setara Rp 666.500 juta, diminta mengembalikan uang hadiah dari partisipasi di Liga Champions Asia senilai 340 ribu dolar (Rp 4.534 miliar ), dan tidak bisa berpartisipasi di Liga Champions Asia 2018.

Wanderley dinilai bersekongkol dengan pihak klub untuk mengakali aturan 3 pemain asing non-Asia dan 1 pemain Asia di Liga Champions Asia. Striker berusia 28 tahun dilarang aktif di selama 3 bulan dan dijatuhi denda 10 ribu dolar atau setara Rp 133 juta.

“Komdis AFC menyimpulkan bahwa Al Nasr menanggung mayoritas dari kesalahan karena sengaja memperoleh paspor Indonesia dengan tujuan menghindari aturan 3+1, dan pemain yang bersangkutan juga tidak jujur kepada AFC,” bunyi pernyataan dari Komdis AFC.

“Komdis AFC juga menemukan bahwa Wanderley ikut bersalah karena setuju didaftarkan sebagai pemain asal Indonesia tapi bukan merupakan seorang warga negara Indonesia.” dikutip dari bola.com.

Ieu Rame Lur : Wanderley Diduga WNI Gadungan !

Sebelumnya, Wanderley lebih dahulu mendapatkan sanksi larangan bermain di pentas sepak bola Asia selama 60 hari. Sanksi itu diberikan Komdis AFC sebagai langkah lanjutan untuk melakukan investigasi atas status kewarganegaraan sang pemain yang menuai keraguan.

Sosok mantan pemain Flamengo itu menjadi sorotan setelah menyandang gelar Player of the Week dari AFC di pentas Liga Champions Asia usai mencetak dua dari tiga gol kemenangan Al Nasr saat meladeni klub Qatar, El Jaish pada leg pertama perempat final Liga Champions Asia. (.id/HL/Bola.com)

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.