GOOLIGAN MENÉPA SEJUTA AKUN GOOGLE!


Cara kerja Gooligan sebenarnya jauh dari prediksi, bukan mencuri informasi pengguna seperti malware kebanyakan. Malware ini menyusupi iklan pop-up yang muncul pada aplikasi yang terpasang di ponsel, sehingga tanpa sadar pengguna mengunduh aplikasi tersebut.

Head of mobile and cloud security Check Point, Michael Shaulov mengatakan skema kerja Gooligan berhasil mengumpulkan pemasukan hingga US$329 ribu atau sekitar Rp. 4,32 miliar dalam sebulan.

IEU RAME LUR: 3.000 PERSONEL KEAMANAN DITERJUNKEUN KAWAL LAGA TIMNAS !

Menanggapi serangan masif ini, Google memberikan reaksi dan mengatakan tidak menemukan adanya korban spesifik dari serangan Gooligan. “Motivasi utama mereka hanya mempromosikan aplikasi, bukan mencuri data pribadi pengguna,” tulis pihak Google seperti dikutip CNNIndonesia dari CNet.

Gooligan sendiri diketahui sebagai turunan ‘keluarga’ malware dengan nama Ghost Push. Check Point mendapati Gooligan merupakan varian kampanye malware yang digalakkan peneliti di SnapPea tahun lalu untuk memerangi serangan siber.

Namun belakangan Gooligan justru menjadi malware yang ‘dikemas’ dalam sebuah apliasi yang berasal dari toko aplikasi pihak ketiga yang tidak mengantongi otorisasi. Serangan yang dibuat Gooligan serupa trojan horse yang bisa menyusup ke piranti lunak resmi yang terpasang pada ponsel dan tablet Android.(.id/RCK)

Komentar

Ricky Nugraha

Bobotoh Persib, Pecinta Kucing, Kopi dan Fotografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.