Teranyar

    11 Pemain Asing Terbaik Persib! (Bagean 2)

    3 August 2017 21:45
    Era Liga Indonesia sejak musim pertamanya di tahun 1994/1995 membuka lebar keran bagi pemain asing untuk bermain di Indonesia. Tujuannya untuk mentransformasi ilmu dan kemampuan para pemain asing (yang dirasa) lebih baik dari pemain lokal.

    Efek dari program ini adalah agar terjadi percepatan terhadap upgrade skill para pemain Indonesia nantinya. Hampir semua tim melakukan opsi mengontrak para pemain asing. Beberapa sukses, walaupun banyak juga yang harus gigit jari karena kemampuan pemain asing ternyata tidak lebih baik dari pemain lokal.

    Ieu Ramé Lur: 11 Pemain Asing Terbaik Persib! (Bagean 1)

    7. Hilton Moreira
    Masuk sebagai gerbongnya Jaya Hartono dari Deltras bersama Waluyo, Hariono dan Airlangga Sucipto di tahun 2008. Dia pemain asing yang paling fleksibel posisinya karena bisa bermain baik di berbagai posisi. Posisi yang dikenal dengan nama versatile.

    Hilton bisa bermain sebagai striker, sayap kanan, sayap kiri, dan gelandang. Total bermain 67 kali dan menciptakan 28 gol selama 3 musim bersama Persib. Rasio 0,42 per match untuk ukuran pemain yang tidak selalu bermain sebagai striker utama adalah baik. Karena Christian Gonzales sudah dihitung sebagai warga negara Indonesia, maka secara statistik Hilton ada di perigkat utama top skor pemain asing Persib dengan 28 gol.

    8. Lorenzo Cabanaz
    Seorang flamboyan asal Paraguay. Butuh dua musim bagi Persib mencari pemain yang mampu bermain di belakang dua penyerang dan menjadi playmaker setelah Alejandro Tobar pergi. Ullian Souza didatangkan, Ayouck Berti dicoba, tetapi semuanya tidak mampu menjawab ekspektasi tim akan pemain yang mampu menjadi pengatur serangan.

    Lalu datanglah Lorenzo Cabanaz, playmaker berkelas yang akhirnya mampu menjadi jendral baru di lini tengah Persib. Cabanaz adalah Alejandro Tobar versi lebih cepat dan dinamis. Permainannya flamboyan dan memanjakan.

    Satu-satunya kekurangan dari Cabanaz adalah fisiknya yang sering habis di 15 menit babak kedua. Bermain dua musim, Cabanaz mencetak 11 gol dan mengantarkan Persib di posisi 5 dan 3 alias selalu papan atas. Flamboyan!

    9. Miljan Radovic
    Datang di usia senja 35 tahun ke Bandung, sempat diragukan karena usianya, tetapi Miljan mampu menjawab semua keraguan itu. Master free kick terbaik yang pernah ada di Bandung.

    Total bermain 47 kali selama membela Persib dengan torehan 16 gol. Selalu bermain sebagai starting eleven dan tidak pernah sekalipun dicadangkan. Topskor Persib musim 2011/2012.

    Pemain yang sangat loyal terhadap bobotoh. Miljan memberikan yang terbaik yang dia punya selama di Persib. Bandung moal poho ka Mang Miljan!


    10. Christian Bekamenga
    Datang dengan status striker inti Kamerun U-23 dari Liga Super Malaysia. Bekamenga merupakan pemain dengan status high profile. Orang-orang di Asia mengenalnya dengan nama Bekamengo. Dia digadang-gadang sebagai talenta muda potensial Kamerun.

    Partai pertamanya di Bandung adalah ketika Persib beruji coba dengan Selangor di stadion Siliwangi. Dia membuat Siliwangi tumpah dengan gol tunggalnya di menit-menit akhir. Skill dan kapasitasnya akhirnya memang menunjukan bahwa dia adalah penyerang dengan tekhnik kelas atas.

    Hal yang akan selalu diingat adalah bagaimana dia memimpin Persib di Siliwangi untuk menghancurkan Persija Jakarta 3-0 dengan mencetak dua gol. Kemenangan yang membuat Persib sempat mencicipi juara paruh musim wilayah barat. Sayangnya panggilan bermain untuk timnas membuat dia terhitung jarang bermain untuk Persib.

    Meskipun begitu dia mampu memproduksi 10 gol selama di Bandung. Bekamenga lalu pergi dengan alasan yang tidak jelas dan hanya bermain setengah musim di Persib.

    Kasusnya hampir sama dengan Julio Lopez. Bermain baik, merebut hati bobotoh, lalu pergi tanpa jejak. Dia adalah penyerang asing terbaik yang pernah hadir di Bandung!

    11. Suchao Nutnum
    Suchao Nutnum, dialah pemain asing yang paling berkesan yang pernah bergabung di klub ini. Hanya tiga bulan bermain dengan status
    pemain pinjaman, Suchao berhasil merebut hati bobotoh yang terdalam. Datang mencetak gol lalu pulang dengan gol indah yang tak akan terlupakan ke gawang Herman Batak langsung dari tiang tendangan penjuru.

    Suchao bermain 13 kali, mengoleksi tiga gol dengan total menit bermain 1025 menit. Seluruh jersey Suchao di kios–kios Sidolig habis ketika itu. Dia adalah harapan dan idola baru publik sepakbola Bandung. Suchao adalah salah satu alasan tren bobotoh wanita kembali berdatangan ke stadion.

    Sayang masa peminjaman Suchao harus berakhir. Suchao kembali ke thailand. Perpisahan manis dilakukan di Stadion Si jalak Harupat. Banner- banner besar bertuliskan “thank you Suchao” terpampang di seluruh sudut stadion.

    Beberapa bobotoh wanita memberikan salam perpisahan dengan bunga, farewell party paling mengesankan sepanjang sejarah kedatangan pemain asing di Bandung. Suchao menitikan air mata, berterima kasih dan berkata bahwa dia sangat mencintai klub ini. Suchao pun akhirnya benar- benar pergi dan tidak pernah kembali lagi.

    Suchao, pemain asing terbaik yang pernah datang ke Bandung. The beautiful one night stand players we ever had! (Bobotoh.id/RCK)


    Ditulis oleh Ase Abdul Hadi Bobotoh dari Banjaran Kabupaten Bandung

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi @gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli