Teranyar

    21 Februari, Hari Bahasa Ibu Internasional!

    21 February 2018 09:01
    21 Februari adalah Hari Bahasa Ibu Internasional atau International Mother Language Day. Hari Bahasa Ibu Internasional ini ditetapkan pada tanggal 17 November 1999 silam oleh badan PBB, UNESCO.

    Menurut UNESCO, bahasa adalah pusat kehidupan sosial, ekonomi dan budaya. Bukan hanya urusan penelitian para ahli bahasa. Bahasa juga turut menentukan “pertarungan” sosial dalam menyempurnakan pembangunan ekonomi di era global yang mengutamakan ilmu pengetahuan dan wawasan lokal.

    Ieu Rame Lur: Ini Yang Dirasa Pelatih Fisik 'Baru' Persib !

    Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional di beberapa daerah merupakan ajang pertemuan para pecinta bahasa daerah secara luas yang datang dari berbagai kalangan, profesi bahkan usia. Bukan hanya urusan seniman, sastrawan atau budayawan lokal saja.

    Adapun peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional ini juga diperingati lebih awal oleh Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda (Pamass) Unpad dan Pensastrada (Pendidikan Sastra Daerah) UPI pada Ahad 18/2/2018. Bertempat di Car Free Day Dago, dua himpunan mahasiswa Bahasa dan Sastra Sunda ini menyuarakan pentingnya Bahasa Sunda dan Bahasa Daerah pada umumnya.



    Bahasa Sunda adalah bahasa dari cabang Melayu-Polinesia dalam rumpun bahasa Austronesia. Bahasa ini dituturkan oleh setidaknya 42 juta orang dan merupakan bahasa Ibu dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia setelah Bahasa Jawa.

    Bahasa Sunda dituturkan di hampir seluruh provinsi Jawa Barat dan Banten, serta wilayah barat Jawa Tengah mulai dari Kali Brebes (Sungai Cipamali) di wilayah Kabupaten Brebes dan Kali Serayu (Sungai Ciserayu) di Kabupaten Cilacap, di sebagian kawasan Jakarta, serta di seluruh provinsi di Indonesia dan luar negeri yang menjadi daerah urbanisasi Suku Sunda.

    Dari segi linguistik, bersama bahasa Baduy, bahasa Sunda membentuk suatu rumpun bahasa Sunda yang dimasukkan ke dalam rumpun bahasa Melayu-Sumbawa.(Bobotoh.ID/RCK. Foto: Facebook Pamass Unpad)


    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli