Teranyar

    TIM FORENSIK SELIDIKI RACUN SIANIDA DI CAI KOPI MIRNA

    11 January 2016 13:00
    Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti, menyatakan kematian Mirna memang terbilang tidak wajar. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Mirna tidak memiliki rekam medis yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu. "Mirna mati tidak wajar. Proses kematiannya itu sesaat setelah minum kopi," ujar Krishna. Kasus kematian Wayan Mirna Salihin, perempuan berusia 27 tahun, mengundang perhatian masyarakat. Mirna meregang nyawa usai meminum es kopi Vietnamese yang diduga telah dicampur racun di Olivier Cafe, Grand Indonesia Shopping Town, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu pekan lalu. Dugaan Mirna tewas diracun makin kuat setelah Tim Kedokteran Polda Metro Jaya dan Tim Forensik Markas Besar Kepolsian RI melakukan autopsi terhadap jenazah Mirna di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, kemarin. Tenjo oge Lurr.. (WANITA IEU TEWAS USAI SERUPUT KOPI DI MAL JAKARTA| EH KUNAUN?) Hasil forensik sementara menunjukkan ada zat korosif jenis sianida yang dicerna Mirna sehingga kemudian menyebabkan kerusakan pada sejumlah organ tubuh dan menewaskan perempuan itu. “Penyebab utama kematian Mirna bukan karena kerusakan lambung tanpa sebab. Namun diduga ada zat korosif,” ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak. Dugaan kerusakan lambung akibat zat korosif jenis sianida misal terlihat dari reaksi Mirna usai meminum kopi itu, seperti kejang dan mulut mengeluarkan buih. Meski demikian polisi masih belum bisa mengambil kesimpulan final soal dugaan tersebut sebelum seluruh uji forensik selesai dilakukan. Saat ini tim forensik masih memeriksa beberapa organ vital Mirna untuk mematikan penyebab kematiannya. Saat ini polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengambil sampel kopi serta beberapa minuman lain untuk keperluan penyelidikan. "Ada enam sampel kopi yang diperiksa Tim Laboratorium Forensik. Polisi harus mencurigai semuanya. Kami pakai asas praduga bersalah. Semua kami selidiki," ujar Krishna. (Bobotoh.id/BBS/cnnindonesia) [socialpoll id="[socialpoll id="2322137"]
      [socialpoll id="2318163"]

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?