Teranyar

    Ada Sosok IB di Tubuh Arema, Komdis PSSI : Kami Tidak Pandang Bulu !

    17 April 2018 11:19
    Komisi Disiplin (komdis) PSSI akan bersikap objektif dan tidak pandang bulu dalam memutuskan sanksi untuk Arema FC.

    Meskipun di dalam tubuh Singo Edan terdapat sosok Iwan Budianto (IB) selaku CEO Arema, mereka akan tetap menghukum Singo Edan sesuai dengan pasal yang tertera dalam kode displin.

    Ieu Rame Lur : Mengertos Keinginan Pelatih, Ardi Tidak Grogi !

    Di dalam struktur organisasi PSSI sendiri, IB tercatat sebagai Kepala Staf Ketua Umum PSSI. Meski begitu, Komdis tetap berada di jalur netral takala mengeluarkan sanksi untuk Arema.

    "Orang bicara Arema FC pasti identik dengan Iwan Budianto. Kami tidak mau, secara pribadi, ada sangkut pautnya. Jangan seperti itu. Putusan murni sesuai dengan kode disiplin," ujar Dwi ketika dihubungi Liputan6.com, Senin (16/4/2018).

    Sanksi yang menghantui Arema tak lepas dari kerusuhan di detik-detik akhir laga melawan Persib yagn berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, Minggu (15/4/2018) lalu. Kejadian tersebut akan masuk ke ranah sidang dan hukuman akan dirilis pada Jumat pekan ini.

    "Mudah-mudahan objektif, kami tidak pandang bulu, siapapun yang ada di situ. Ini harapan kita. Kalau kami keliru, dan mungkin kami dipecat karena hukumannya tidak memuaskan federasi, kami silakan, yang baca kan teman-teman wartawan. Kami tidak ada tendensi apa-apa. Kami tidak punya kepentingan apa-apa," katanya menambahkan.

    Dalam pertandingan tersebut, banyak pelanggaran yang ditemukan. Selain merangseknya penonton ke lapangan, terjadi pelemparan yagn dilakukan penonton. Bahkan dua orang bagian dari Persib yaitu Mario Gomez dan Ardi Idrus juga terkena lemparan benda keras.

    "Saya sebagai Komdis tidak mau mengandai-andai. Ini hukuman sanksi. Saya berharap, ada laporan dari Perangkat Pertandingan, pihak yang terkait termasuk yang dirugikan. Dimasukkan ke operator dan federasi, agenda masuk ke Komdis," imbuh Dwi.

    Saat ini, Komdis tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk dibawa ke ranah sidang. Menurut Dwi, pihaknya akan tegas dan tidak pandang bulu dalam mengeluarkan keputusan.

    "Kita lihat. Faktanya apakah cukup. Kalau faktanya cukup, bukti juga, kenapa kita tidak sidang? Kode disiplin, semua bisa tahu sekarang. Ada di website PSSI. Umpama kami keliru, teman-teman bisa mengingatkan. Kami tidak ingin pakai kacamata kuda. Apalagi sekarang, ini ujian bagi Komdis," tuturnya. (bobotoh.id/HL)


    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli