Teranyar

    Apakah Predikat Fairplay Masih Layak Untuk BP ?

    5 November 2017 21:29
    Saya teringat Robbie Fowler salah satu Legend Liverpool. Dalam satu momen, Robbie Fowler jatuh di kotak pinalti.

    Sontak wasit menunjuk titik putih. Robbie Fowler menghampiri wasit bahwa dia terjatuh bukan karena lawan. Ia meminta wasit menganulir pinalti tersebut.

    Ieu Rame Lur: Brutal! Guru Ngagebugan Murid! (Video)


    Mau Tiket VIP Persib Gratis? Klik Di Sini...

    Di belahan dunia yang lain, konon ada pemain sepakbola yg menjadi legenda di sebuah klub sepakbola, dan KATANYA dia pemain paling fairplay.

    Tetapi predikat fairplay yang dia sandang, hanya seperti lilin kue ulang tahun. Yang menyala ketika masih dalam selebrasi.

    Seperti terlihat dalam gambar (sang legenda yang dilingkari biru) melihat dengan mata dan kepalanya sendiri bola sudah masuk ke dalam gawang. Bahkan sang legenda terlihat "hokcay" atawa ngalohok bari ngacay.


    Tetapi, predikat Fairplay hanya seperti maaf "ee" angsa... (duh kebawa emosi sampai di sini...). Ketika wasit menganulir gol tersebut sang legenda seperti mati kutu.

    Bisa jadi seperti KERBAU yang dicucuk hidungnya. Hanya manut-manut, seperti bocah ingusan yang diberi cokelat.

    Dan hal terbodoh yg dia lakukan adalah membuat sebuah justifikasi murahan bagi seorang legenda sepakbola Indonesia (katanya ). Statement BP yang bersembunyi di balik sikap Neur, ketika terjadinya gol Lampard adalah justifikasi picisan semata.

    Di sini BP melakukan pembelaan dan pembenaran dari seorang yang tidak mempunyai jiwa yang ksatria. Sangat disayangkan juga statement BP yang menuduh Persib bermental cengeng.

    Hak BP bahwa dia melakukan justifikasi, bahwa dia meneladani Nur, BP meneladani sikap yang salah. Tapi sejarah akan mencatatnya selama berabad-abad.

    Sebuah langkah yg teramat fatal. Dan akan menjadi sisi kelam yg sulit dihapus dalam sejarah karir sepakbolanya.

    BP mempunyai predikat pemain timnas, yang seharusnya dia menjadi contoh bagi semua pemain bola di Indonesia. Menjadi inspirasi talenta muda yang sedang berkembang. Namun semua itu telah menjadi bumerang bagi dirinya.

    Kenapa BP tidak meneladani Robbie Fowler? Kenapa BP lebih meneladani Neur? Apakah predikat fairplay masih pantas untuk disandang oleh BP?

    Lebih baik ketika BP bertanding bersama Persija, bendera fairplay tidak usah dibentangkan, dan anthem fairplay tidak usah diperdengarkan.

    Semoga ini menjadi yang terakhir. Ketika fair play didengungkan setiap awal pertandingan, tapi sikap pemain jauh dari nilai-nilai fair play.  (Bobotoh.id/Ricky N.Sas. Foto: Internet)

    Ditulis oleh Bobotoh Asal Bogor, Denz Cakra Wijaya

    Mau dapat tiket VIP gratis? Caranya mudah, silahkan kontak WA 089662541246 lalu klik di sini dan ikuti aturan mainnya, der ahhh.... Hatur nuhun ! (Isi Kode Reseller : RDK11)

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli