Teranyar

    BI Menyaram Kasir Gesek Kartu Dua Kali!

    7 September 2017 19:49
    Bank Indonesia (BI) menerbitkan aturan mengenai penggesekan ganda kartu nontunai Aturan tersebut dilansir dalam Peraturan Bank Indonesia No 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.

    Dalam peraturan tersebut, penggesekan ganda dalam transaksi nontunai, baik kartu kredit maupun kartu debit dilarang demi melindungi konsumen dari pencurian data nasabah. Karena itu, kartu kartu kredit atau debit hanya boleh digesek sekali di mesin Electronic Data Capture (EDC) dan tidak boleh digesek di mesin kasir.

    Ieu Ramé Lur: Aji Santoso CLBK Jeung Persela !

    Terkait hal itu, Pakar Ahli Digital Forensik, Ruby Alamsyah mengatakan, kartu ATM atau kredit memiliki Magnetic Stripe Card atau Kartu Magnetic Stripe yang bisa menyimpan data pribadi pemiliknya dan saat digesek di mesin EDC yang resmi maka akan memverifikasi data sehingga jika sesuai dengan saldo maka akan dilakukan
    pendebitan.

    Jadi, kata Ruby, saat digesek dua kali di mesin kasir Merchant maka data yang keluar akan sama. Namun, perbedaannya, jika digesek di mesin EDC keamanannya benar-benar terjaga karena menggunakan sistem atau alat canggih dan kebocoran data sangat minim. Berbeda dengan mesin gesek di kasir yang belum bisa dipastikan apakah terjaga kemanannya karena perusahaan terkait belum tentu memiliki keamanan canggih seperti perbankan.

    "Nah saat gesek kedua itu biasanya kasir kan berdalih untuk sinkronisasi transaksi biar di mesinnya terdata menggunakan pembayaran pakai kartu. Namun sudah beberapa kali ini mengalami kebocoran karena datanya sangat mudah untuk digandakan oleh para pelaku kriminal atau hacker. Bisa dibobol karena minim pengamanan datanya," ungkap Ruby seperti dilansir PRFMNews.com, Kamis, 7/9/2017.

    Pada dasarnya, lanjut Ruby, pihak Merchant tak ada niatan buruk melakukan double gesek kartu kredit atau debit. Namun, kembali lagi ke kemanan data yang tidak dijamin pasti sehingga dengan mudah hacker bisa menggandakan data yang bocor dan dengan gampang bisa menggunakan kartu kredit atau debet atas nama pemilik.

    "Nah kan setelah dihack datanya dan pelaku melakukan penggandaan kartu, nanti pelaku bisa melakukan transaksi ilegal," lanjut Ruby.

    Ruby mengakui, saat ini memang belum banyak masyarakat yang mengetahui hal penting tersebut bahkan realitanya masih banyak juga yang membiarkan kasir Merchant melakukan penggesekan ganda untuk melakukan sinkronisasi data. Karena itu, Ruby meminta BI maupun OJK untuk lebih gencar menyosialisasikan peraturan tersebut, sehingga pemilik Merchant serta karyawannya dan khususnya masyarakat mengetahui peraturan dan sanski yang akan diberlakukan.(Bobotoh.id/RCK)

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli