Teranyar

    Bila Manajemen Dirombak Persib Masih Klub Besar & Profesional?

    1 August 2017 00:08
    Bobrok! mungkin kata yang pas untuk menggambarkan Persib yang saat ini berada posisi 14 klasemen. Dibalik itu semua saya sebagai bobotoh (lain pengamat ciga Bung Towel) lebih menyoroti kinerja manajemen sebagai penyebab kendornya performa Persib saat ini.

    Mengapa demikian? Mungkin bobotoh semua bisa menilai sendiri banyaknya keganjilan sebelum kompetisi Liga 1 digulirkan. Hal yang paling utama adalah masalah perekrutan pemain.

    Ieu Ramé Lur: Bobotoh & The Jak Damai, Mamah Izinkan Nyetadion Lagi!

    Sejak ISC musim lalu evaluasi telah dilakukan melalui pelatih Djajang Nurjaman. Dan yang menjadi titik lemah saat itu adalah ketiadaan  Playmaker mumpuni.

    Tapi lihat yang terjadi Persib justru merekrut Michael Essien yang notabene seorang gelandang bertahan dan berstatus Marquee Player! Bahkan di saat ada kesempatan mencari playmaker justru malah merekrut Raphael Maitimo yang juga gelandang bertahan. Dek teu ganjil kumaha coba?

    Hasil di lapangan pun membuktikan, permainan pun jauh dari harapan bahkan bisa dibilang Persib tidak tahu caranya menang. Wajar kalau bobotoh menuding adanya intervensi dari managemen kepada pelatih dan lebih mementingkan bisnis.

    Tapi apa kata Djanur? “Tidak ada intervensi apapun, media saja terlalu lebay”. Secara logika sangat masuk akal anggapan dari bobotoh tentang adanya intervensi. Justru Djanurlah yang dianggap lebay karena seakan sieun ku manajemen.

    Sekarang efeknya ke persoalan pemain, banyaknya status pemain bintang. Apakah bisaterjalin kerja sama dan kebersamaan dengan pemain yang biasa saja? Okelah dalam bertanding pasti semua pemain bekerja sama demi hasil yang maksimal. Tapi apakah hanya di lapangan saja?

    Bagaimana di luar lapangannya? Bukankah menjadi kesatuan yang tangguh itu dibutuhkan kebersamaan setiap saat. Sebagai contoh apakah bobotoh pernah melihat si Essien naek damri jeung si Henhen ka alun-alun? Tentu sepertinya hal yang mustahil. Padahal kebersamaan itu dimulai dari hal yang sederhana.

    Maka dari itu manajemen adalah elemen yang paling bertanggung jawab dari semua masalah yang terjadi. Mungkin kata yang berat bila saya beranggapan bahwa manajemen harus dirombak. Karena bisa dibilang manajemen sekarang itu 'loba jasa” hingga bisa membuat Persib disebut sebagai kiblatnya klub profesional di Indonesia.

    Tapi apapun butuh perubahan, oke lah kalau ada yang berpendapat jika manajemen dirombak apakah Persib akan tetap menjadi klub besar dan profesional?

    Tapi semua juga harus ingat, di balik kesuksesan itu tidak terlepas dari Bobotoh. Karena tanpa Bobotoh, pemain, manajemen, bahkan Persib sekali pun bukan apa-apa.

    Intinya yang bisa menghidupkan, membangkitkan, dan mengsukseskan Persib hanyalah Bobotoh. Karena selama Bobotoh masih ada Persib akan tetap besar.

    Semua yang ada di artikel ini hanya unek-unek yang ada di pikiran saya sebagai tukang lalajo Persib dan tidak bermaksud menyinggung pihak manapun. (Bobotoh.id/RCK)


    Penulis adalah Yudi Nurcahyadi seorang bobotoh yang berakin IG @yudinurcahyadi33

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi @gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli