Teranyar

    BOBOTOH HARUS TAHU, ADA TEMPAT BERSEJARAH BAGI PERSIB DI JAKARTA

    28 August 2017 09:36
    Sebagai ibu kota negara Indonesia, Jakarta tentu sering menjadi tempat digelarnya event-event besar. Dari mulai acara-acara kenegaraan, musik, hingga olah raga.

    Untuk event olahraga, khususnya sepak bola, Jakarta sering menjadi tuan rumah digelarnya partai-partai puncak. Terlebih semasa format liga masih berbentuk kompetisi dua wilayah, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta, adalah tempat digelarnya partai final.

    Persib Bandung sebagai salah satu klub di Indonesia yang pernah merasakan gelar juara kompetisi perserikatan dan Liga Indonesia, pernah meninggalkan jejak manisnya di Jakarta. Kota terbesar di Indonesia itu, menjadi saksi bisu kejayaan Persib di masa silam. Berikut beberapa tempat di Jakarta yang pernah menjadi saksi klub asal Kota Kembang, Persib, meraih kejayaannya.



    1. Stadion Utama Gelora Bung Karno

    Stadion berkapasitas 80.000 penonton yang mulai dibangun pada tahun 1960 ini, beralamat di Jalan Pintu Satu Senayan, Gelora, Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat. Persib pernah meraih gelar juara perserikatan tahun 1986 di stadion ini. Ketika itu, gol tunggal Djajang Nurjaman berhasil membuat gemuruh seisi stadion tersebut.

    Di pertandingan yang berlangsung 31 tahun silam itu, gerimis tipis menghujani rerumputan Gelora Bung Karno. Djajang yang menerima umpan dari Adeng Hudaya, menembak bola dengan tendangan keras mendatar ke pojok kanan gawang. Markus Woof, kiper Perseman Mankowari saat itu, gagal menghadang tembakan yang dilepaskan Djajang. Persib Bandung berhasil merengkuh gelar juara perserikatan tahun itu di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

    Sebanyak 150.000 orang, merayakan kemenangan Persib itu. Arak-arakan pemain berlanjut hingga Bogor, Sukabumi, hingga Cianjur.

    Ieu Rame Lur : Akan Bermain Papanasan di Jayapura, Ini Tanggapan Pemain Persib!

    Sembilan tahun berselang, tepatnya pada tahun 1995, Stadion Gelora Bung Karno kembali menjadi saksi kejayaan Persib Bandung. Saat itu, nama kompetisi baru berubah dari perserikatan menjadi Liga Indonesia. Kompetisi itu adalah hasil dari peleburan tim-tim Galatama dan Perserikatan.

    Persib lagi-lagi keluar sebagai juara di Liga Indonesia edisi pertama tersebut. Ketika itu, Persib berhasil menjuarai liga dengan mengandalkan skuat yang sepenuhnhya merupakan pemain lokal. Gol tunggal Sutiono Lamso berhasil membawa Persib keluar sebagai juara atas Petrokimia Putra.

    Ketika Robby Darwis, kapten tim saat itu mengangkat tinggi-tinggi piala, gemuruh seisi stadion bergema. Mereka lalu kembali ke hotel tempat mereka menginap selama di Jakrarta, yakni Hotel Kartika Chandra.



    2. Hotel Kartika Chandra

    Hotel yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Kav. 18-20, Semanggi, Jakarta Selatan ini, adalah hotel yang pernah digunakan oleh skuat Persib untuk menginap kala menjuarai Liga Indonesia edisi pertama 1994/1995.

    Selepas menjalani partai final kontra Petrokimia itu, skuat Persib lantas kembali ke hotel tempat mereka menginap itu. Di hotel tersebut, skuat tim Persib sudah ditunggu oleh sanak keluarga dan para bobotoh. Isak tangis tak terbendung, pecah menyambut kedatangan tim Maung Bandung.

    Selain menjadi saksi bisu momen manis pencapaian Persib, hotel ini juga pernah menjadi saksi momen pahit yang diderita Persib Bandung. Empat tahun yang lalu, tepatnya pada Juni 2013, skuat Persib yang saat itu hendak menuju stadion tempat mereka bertanding menghadapi tuan rumah Persija Jakarta, dilempari oleh segelintir oknum pendukung Persija.

    Baru beberapa meter keluar dari Hotel Kartika Chandra, hujaman batu menghantam kaca-kaca bus yang ditumpangi awak Persib. Beberapa pengurus dan pemain bahkan sempat terkena serpihan kaca bus. Karena kondisi tidak memungkinkan, Persib akhirnya mengurungkan niat untuk bertanding dan memutuskan untuk kembali ke Bandung.



    3. Stadion Lebak Bulus

    Stadion yang kini sudah dirobohkan untuk dijadikan stasiun mass rapid transit (MRT), dulu beralamat di kawasan Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan. Dan sempat beberapa tahun menjadi kandang Persija Jakarta.

    Persib pernah mengalami kejadian menarik di stadion ini. Saat itu, klaga Perib vs Persija masih kental dan sarat dengan rivalitas tinggi. Saat Persib bertandang ke Lebak Bulus untuk meladeni Persija Jakarta, para suporter Persija di stadion itu, melakukan teror kepada Persib hingga memaksa Persib urung melakukan pertandingan dan harus menerima kalah walk out (WO).

    Kejadian ini terjadi pada Liga Indonesia musim 2005. Saat itu, Persib dijadwalkan bertandang ke Jakarta untuk menghadapi Persija di Stadion Lebak Bulus.

    Kedatangan musuh bebuyutan membuat animo penonton yang didominasi Jakmania membeludak. Alhasil, Stadion Lebak Bulus yang memiliki kapasitas hanya 12.500 penonton tak mampu menampung ribuan penonton yang identik dengan warna oranye ini. Jadilah puluhan ribu penonton memadati Stadion Lebak Bulus sampai ke pinggir lapangan.

    Kondisi ini membuat panitia pelaksana sempat menunda waktu kick-off yang awalnya dimulai pukul 15.30 WIB bergeser ke 18.30 WIB. Namun, karena kondisi tidak kondusif, Persib memutuskan tidak menggelar pertandingan di Jakarta karena khawatir dengan faktor keamanan para pemainnya.

    Nah, tiga tempat tersebut tentunya akan menjadi kenangan tersendiri bagi bobotoh sa-alam dunya. Ada yang sudah melihat secara langsung, ada juga yang baru sekedar tahu dari informasi di dunia maya.

    Tentunya, bagi bobotoh yang penasaran dengan tiga tempat tersebut, main-main saja ke Jakarta. Kalian bisa datang dengan cara pulang pergi atau bisa juga menginap untuk bisa menikmati wisata lain yang ada di Jakarta.

    Bobotoh juga tidak perlu takut untuk mencari tempat menginap di Jakarta yang murah Kalau hotel Kartika Chandra dirasa terlalu mahal, Airy Rooms, sebagai salah satu jaringan hotel yang sudah mempunyai applikasi tersendiri via android apss, iOs apss dan website memudahkan bobotoh untuk bisa mencari tempat menginap jika ingin melihat tempat-tempat di Jakarta yang memiliki sejarah bagi Persib. Itu karena, hotel-hotel di Airy rooms sangat mudah untuk ditemukan.

    Selain mudah, Airy Rooms juga mempunyai fasilitas yang oke punya di setiap kamarnya. Dari mulai AC, TV layar datar, perlengkapan madi, tempat tidur bersih, shower dengan air hangat, air minum gratis dan tentunya Wifi gratis.

    Kalau bobotoh ingin mendapatkan diskon, bobotoh bisa pakai kupon untuk dapat diskon 30%, gunakan kode kupon di bawah ini :



    Kodekupon: AHM30

    Periode bookingnya sampai 30 September 2017, dan periode menginapnya kapan saja. Jangan sampai kehabisanya!

    Hal lainnya, Bobotoh juga tidak perlu khawatir dengan sistem pembayarannya. Airy Room benar-benar memudahkan bobotoh dengan pembayaran yang flexibel. Pembayaran Airy Rooms bisa dibayar melalui transfer bank juga gerai-gerai Indomaret. (Bobotohid/Rio Rizky/Adv)

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli