Teranyar

    Bobotoh & Jakmania Sebagai Pemeran Utama

    29 July 2017 17:21
    22 Juli 2017 Persib – Persija.
    Dalam lanjutan liga 1, laga yang bertajuk elcsasico itu digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang menjadi markas Persib Bandung. Seperti biasa pertandingan yang selalu menarik untuk disaksikan oleh jutaan pasang mata tensi tinggi dan aroma “dendam” selalu menyertai di laga tersebut. Bukan final dimana tim pemenang berhak mendapatkan trofi dan bonus yang besar tapi ini tentang harga diri dan martabat tim. Terlebih bagi kedua supporter hari itu menjadi hari yang paling kita tunggu tidak terkecuali untuk saudara kita Ricko Andrean (alm).

    Dalam pertandingan tersebut Persib vs Persija berkesudahan 1-1 dengan berbagai insiden-insiden khas elclasico tersaji dipertandingan tersebut. Tidaklah naif berbagai kalangan bisa berbaur dari mulai boss batubara, dosen, guru agama, politikus, manager, tukang koran di stadion. Tempat yang paling bersahabat untuk berucap sumpah serapah caci maki segala macam jenis hewan terucap lancar dan lantang bahkan makhluk yang paling dimurkai Allah SWT karena tidak mau sujud berulang kali diucapkan sebagai bentuk kekecewaan.

    Pertandingan kemarin menyisakan kekecewaan dan luka mendalam bukan hanya sekedar hasil yang didapat tapi kembali jatuhnya korban dalam pertandingan tersebut adalah hal yang begitu tidak mengenakan bagi kita. Ricko Andrean (22) menjadi korban setelah berusaha melerai dan melindungi salah satu pendukung Persija dari amukan bobotoh.

    Iko sapaan akrab Ricko Andrean sempat dirawat intensif di RS.Santo Yusuf selama kurang lebih satu minggu meski sempat menunjukan progres baik 2 hari setelah dalam perawatan, kondisi Iko kembali menurun. Hingga akhirnya 27 Juli 2017 jam 10.10 WIB Iko menghadap Illahirabbi Allah Subhanauwattaalla. Perjuangan Iko untuk sembuh Allah gantikan dengan tempat yg indah dan abadi. Tenang di syurga kawan.

    REK NEPI IRAHA ?? Mau sampai kapan ??
    Tidaklah sanggup air mata ini kutahan ketika saya melihat beberapa foto dan video yang diunggah di akun instagram dan twitter. Secara lahir saya tidak ada ikatan tapi secara batin selalu ada ikatan dan emosional kuat sesama bobotoh. Rivalitas yang telah lama tumbuh bahkan hampir 1 dekade lebih ini kembali harus menelan korban jiwa atas nama rivalitas buta, pantaskah ??

    Tidak, tidak sama sekali! Ini sudah diluar batas, rentetan korban jiwa atas nama rivalitas buta ini harus segera disudahi.Kasus-kasus seperti Rangga Cipta (22) 27 Meni 2012 dan Ricko Andrean (22) 27 Juli 2017 lalu Lazuardi, Dani Maulana, Rovi Arrahman/Omen jadikan sebagai kaca untuk bebenah mulai dari diri sendiri. Lakukan dari hal yang kecil jangan tunggu kaca itu pecah berkeping-keping hingga pada akhirnya penyesalan itu datang kembali.

    DAMAIKEUN ?? Damaikan ??
    "Selalu ada hikmah dari setiap kejadian" kata-kata yang mulia itu sering kita dengar dan akrab ditelinga kemarin dihari kepergiannya Iko. Ada pemandangan menarik di dunia maya khususnya jagad tweeterland. Bagaimana tidak, akun-akun Bobotoh dan Jakmania menyampaikan belasungkawa disertai tegur sapa dan berikrar damai. 1 dekade lebih dibalut rivalitas yang kental dengan kekerasan hari itu sirna oleh umpatan-umpatan perdamaian seperti canggung karna sudah lama tak jumpa dan malu untuk menanyakan
    bahwa kita benar rindu.

    Isu-isu perdamaian itu sebetulnya sudah mulai tercium sejak poto yang memperlihatkan ketua umum Viking Persib Club, Herru Joko dan The Jakmania. Ferty Indra Sjarief di pemakaman (Alm) Ayi Beutik. Terbaru di akun Instagramnya Yana Umar, beliau mengabadikan foto bersama Bung Fery. Bahkan yang saya kutip dari captionya tersebut beliau.

    "Bung fery” berniat mengajak Iko untuk menonton pertandingan Persija vs Persib di Vip dan bertanggung jawab kalo ada apa-apa” .tapi sayang niat mulia tersebut di dahului oleh Allah.."

    Yaa..indikasi-indikasi yang mengerucut pada perdamaian itu berhembus kencang tidak lain karna telah lelahnya permusuhan ini yang selalu menelan korban jiwa. Rivalitas dan fanatisme buta tidak akan pernah memberikan effect yang positive. Jika perdamaian ini terealisasi secara massal, Bobotoh yang berada dijalur perbatasan akan jauh lebih tenang menikmati secangkir kopi beratributkan Persib di kedainya Jakmania.

    Perantau sabang sampai merauke akan terbiasa mengadakan nobar Persib vs Persija. Di jakarta yang akan terbiasa melihat stiker berbau Viking Persib dan Mojang-mojang yang beratributkan Persib kala sore hari dan di Bandung yang akan terbiasa melihat pengendara motor ber-Pat B memakai baju kebanggaan Persija.

    SIAPKAH ??
    Harus siap jika tidak ingin salah satu dari rekan kerabat dan orang-orang tercinta meregang nyawa hanya karna fanatisme buta. Bobotoh dan The Jakmania adalah pemeran utama dalam sebuah film masyarakat. Bisa larut dalam sebuah cerita yang ditampilkan tapi bukan hanya Bobotoh dan The Jakmania yang bisa menetukan ending di akhir cerita (sedih / bahagia), tapi peran media yang selama ini menjadikan rivalitas ini sebagai TINTA KENTAL di awal halaman, bisa dan mampu menetukan ending di akhir cerita.

    Jangan Hilangkan Rivalitas
    Sepak bola selalu melibatkan beberapa unsur yang tidak bisa dipisahkan majunya sebuah klub sepak bola selain karena prestasi juga financial yang sehat satu unsur yang kuat adalah supporter/pendukungnya. Nilai jual klub selalu berbanding lurus ketika klub tersebut mempunyai massa yang banyak.

    Di liga domestik Indonesia, Persib dan Persija mempunyai itu, sejarah rivalitas perseteruan kedua kesebelasan dan supporternya telah tumbuh sedari lama. Jangan Hilangkan Rivalitas ini, justru kita rawat sebaik mungkin agar tetap tumbuh. Sebab yang terpenting ego dan kebencianlah yang harus kita hilangkan sesegera mungkin bukankah kita selalu sesumbar bahwa “Rivalitas hanya 90 menit, selebihnya kita saudara”. Mari buktikan bersama.

    Selepas kejadian kemarin kami mendapatkan puluhan, ratusan mention di Instagram dan Twitter baik dari bobotoh/jakmania yang menyuruh untuk mengganti nickname akun @antijakboy baik itu frontal dan masih dalam tahap wajar, kami terima itu dan sesegera mungkin akan kami ganti.

    Ieu Rame Lur : Bisnis, Antara Sayang & Kesal !

    Kami tidak pernah menyerang secara frontal pada salah satu akun-akun Jakmania, kami justru lebih sering/suka mmengkritisi tim ketimbang twitwar ga jelas dan kami sebagai muslim yang berusaha menjadi muslim yangg baik bukan aib bagi kami untuk meminta maaf kepada siapapun yang terganggu dan merasa risih pada akun @antijakboy. Semoga perdamaian ini bukan hanya isapan jempol belaka di balik tragedi ini semua butuh proses dan proses itu baru akan dimulai Bismillahlahaula.

    Salam buat Jakmania dimanapun ! Yang sempat baca sampaikan salam damai untuk The Jakmania .

    Terakhir mari kita rawat tanaman yg telah lama di tanam dan berbenah rumah sendiri,mencoba bercengkrama dengan halaman tidak lama tamu akan datang, persilahkan tamu masuk agar nyaman berlama-lama berada di rumah .

    Untuk para pelaku kalian bisa saja menutupi itu dihadapan manusia tapi tidak untuk Tuhan ! Bukankah itu lebih berat ? Ketenangan hidup kalian tidak akan pernah kembali..

    Selamat jalan kawanku RICKO ANDREAN tenanglah disurga bersama keluargamu disana.. :’(

    *Penulis adalah seorang bobotoh dan bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta yang telah lama mengidamkan memakai atribut persib satu keluarga saat car free day tanpa ada intimidasi. Boleh di sapa di akun tweeter @antijakboy (yang akan tumpengan kembali setelah ganti nama). Sesegera mungkin!

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi @gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli