Teranyar

    Bobotoh Oh Bobotoh!

    28 July 2017 16:44
    Bobotoh dulur-dulurku...
    Saya tidak mengenal semua kalian...
    Tapi kita itu bobotoh...
    Suporter yang mendukung tim Persib Bandung tercinta...

    Bobotoh...
    Tragedi terakhir yang memakan korban dulur kita almarhum Ricko apakah kalian sudah sadar? Apa sih artinya untuk sebuah rivalitas itu yang telah membuat kita seperti hilang akal dan kesadaran. Teman sendiri kita jadi korbannya, semua karena mata dan bathin kita tertutup oleh arti rivalitas yang konyol!

    Ieu Ramé Lur: Menabung Selama 21 Tahun, Pemboseh Becak Ini Bisa Naik Haji !

    Bobotoh, rivalitas itu cuma 90 menit dan itu semua hanya di dalam stadion ini...
    Bobotoh, mau sampai kapan ini semua ini berlangsung? Tolong bukalah mata dan hati kalian semua, jangan hanya demi rivalitas yang menyesatkan!

    Bobotoh, di stadion ini, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api ini ada bapakmu. Ibumu. Pamanmu. Bibimu. Kakak iparmu. Adik iparmu. Kakakmu. Adikmu. Temanmu. Tetanggamu... Apakah mereka semua akan kau korbankan juga demi sebuah rivalitas itu?

    Bobotoh, cukup sudah Bobotoh. Cukup sampai almarhum Ricko saja, jangan ada Ricko-Ricko selanjutnya di kemudian hari. Cukupkan rivalitasmu hanya di dalam stadion ini saja dan selebihnya di luar stadion kita adalah saudara: Satu Nusa, Satu Bangsa Indonesia!

    Bobotoh, janganlah rivalitas dibawa keluar dari stadion ini dan itu yang hanya membuat gelap mata dan hati. Cukup bobotoh mari kita satu tribun dengan semua supporter di seluruh Indonesia ini.

    Kita buktikan Bobotoh itu cinta damai dan bisa bersatu dengan supporter dari manapun itu! (Bobotoh.id/RCK)

    Ditulis oleh Agus Raisal, Bobotoh Cianjur

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi @gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli