Teranyar

    Bobotoh & The Jak Damai, Mamah Izinkan Nyetadion Lagi!

    31 July 2017 23:55
    Meski di Pusakanagara tak sering bentrok fisik, langsung tapi tetep hareudang mun papasan!

    Sejak SMP saya sudah jatuh hati ke Persib. Zaman Gonzales, nonton pertama kali di Stadion Singaperbangsa Karawang. Tentunya termasuk wilayah perbatasan!

    Ieu Ramé Lur: Mangprang Malam: Reinaldo & Konate, Datang Malam Ini, Demi Perdamaian!

    Pertadingan ricuh dan saya tidak boleh nonton tandang lagi kecuali di Bandung, itu kata mamah saya.

    2014 tentunya di mana saya saat itu untuk memutuskan menonton final di Palembang. Saya pamit minta izin Mamah ke Palembang. Alhamdulillah diiznkan karena Si Mamah salah dengar, menyangka saya akan ke Lembang!

    Begitu tahu saya ternyata ke Palembang, jadi wehy si mamah kapikiran dan jatuh sakit. Apalagi mendengar bis-bis Bobotoh diserang di Jakarta. Alhamdulillah saya selamat hanya saja kepala kena serpihan kaca.

    Makannya Mamah saya masih trauma dengan kejadian itu. Beliai tidak mengijinkan adik saya untuk nonton Persib apalagi pertandingan tandang.

    Apalagi akhir-akhir ini diberitkan sering bentrokan dan jatuh korban. Mamnah semakin tidak mengizinkan adik ke stadion, walau berangkat barensg saya kakaknya.

    Setelah Ricko meninggal dunia, sektika bergema suara perdamaian. Apakah ini muaranya?

    Semoga perdamaian ini sampai ke akar rumput bukan hanya gagedugnya saja. Mendengar bobotoh dam The Jak damai, Mamah akhirnya bakal mengijinkan adik saya nonton Persib lagi. (Bobotoh.id/RCK. Foto: Ilustrasi)


    Penulis adalah seorang bobotoh asal Pusakanagara dengan email davidstadium4.

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi @gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli