Teranyar

    Bodor! 'Kesalahan Tulis' Yang Biasa Terjadi Dalam bahasa Sunda!

    18 July 2017 10:35
    Kesalahan penulisan atau pelafalan sebuah kata bisa terjadi di dalam bahasa apa saja. Termasuk di dalam bajasa indonesia atau Bahasa Sunda. Khususnya bagi masyarakat bahasa Sunda, kesalahan pelafalan atau pelafalan ini menjadi idiolek (bahasa khusus khas perorangan).

    Seringkali kita melafalkan (dengan sengaja atau pun tidak -karena kebiasaan) sebuah kata dengan mengganti, mengurangi atau menambah huruf di dalamnya.

    Ieu Ramé Lur: Pertahanan Terbaik, Adalah (Selalu) Menyerang!

    Misalnya saja 'tambal ban' menjadi 'tamal ban' (perhatikan huruf /b/yang hilang dan luruh). Kata lainnya adalah ada pergantian atau perubahan posisi, misalnya kata 'parkir' menjadi 'palkir', 'dilarang' jadi 'dirarang'.

    Satu sisi menjadi 'lucu' karena adanya perubahan fonetik dan fonemik itu seringkali dilakukan dengan tanpa sadar, dalam arti kita menganggapnya sebagai kata yang benar atau baku. Atau pun karena sadar ada kesalahan, seringkali dijadikan bahan guyonan saat bercanda dengan teman-teman.



    Nah Bobotoh, adakah Bobotoh yang pernah melihat atau mendengar kata-kata lain yang serupa? Bila ada boleh dong dibagikan ke kita, kirim melalui email ke: idbobotoh.redaksi @gmail.com, atau melalui akun sosmed kami. Usahakan foto dalam posisi 'tidur' atau menggoler. Sertakan pula lokasinya di mana dan kapan diambilnya.

    Bila menarik, akan kami unggah ke akun media sosial Bobotoh.id di instagram atau Facebook. (Bobotoh.id/RCK. Foto: Adi Raksanegara, RickyNSas)


    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli