Teranyar

    Buntut Dari Somasi, PT Pesemes Medan Memere Tenggat Waktu !

    6 April 2018 21:50
    Melansir dari laman Bola.com, polemik antara PT Pesemes Medan dengan PT Kinantan Medan Indonesia semakin memanas. Melalui kuasa hukumnya, Fadillah Hutri Lubis SH, pihaknya telah melaporkan PT Kinantan Medan Indonesia kepada Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI pada Rabu (4/4/2018).

    Tindakan ini merupakan buntut dari somasi yang dilakukan PT Pesemes Medan terhadap PT Kinantan Medan Indonesia yang telah menggunakan logo dan merek PSMS Medan tanpa izin. Sebab, PT Pesemes Medan merupakan pihak yang secara sah dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI sebagai pemilik logo dan merek PSMS Medan dengan IDM: 588969 tanggal 19 Juli 2017.

    Ieu Rame Lur: Karena Puting Susu, Logo Klub Diblur Televisi !

    Berdasarkan laporan bernomor HI-O7.03.16.02.08 per tanggal 4 April 2018, PT Kinantan Medan Indonesia dianggap telah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 100 ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis yakni 'dengan tanpa hak menggunakan merek yang sama pada keseluruhannya dengan merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis'.

    Berdasarkan pasal tersebut, sanksi akan dipidana maksimal hukuman 5 tahun atau denda paling banyak Rp 2 miliar. Namun, PT Pesemes Medan pun kini memberikan tenggat waktu selama tujuh hari untuk menyelesaikan polemik tersebut.

    "Paling tidak dalam waktu satu minggu ke depan kami tetap akan membuka diri kepada PT Liga Indonesia Baru selaku operator penyelenggara Liga 1, kemudian kepada PT Kinantan Medan Indonesia selaku manajemen yang membawa PSMS untuk datang ke kita. Jika mereka tidak mau membuka diri, maka kita akan menempuh upaya hukum," kata Fadillah Hutri Lubis SH dalam konferensi pers di Jakarta, seperti dilansir dari Bola.com, Jumat (6/4/2018).

    "Kami sudah membuat pengaduan secara pidana ke Kementerian Hukum dan HAM. Kami juga akan mempertimbangkan melakukan tuntutan secara perdata untuk gugatan secara keperdataan," tambah Fadillah.

    Sebenarnya, PT Pesemes Medan telah melporkan PT Kinantan Medan Indonesia sejak 2015. Namun, hal itu tidak diindahkan dan terlapor tetap menggunakan logo dan merek PSMS Medan sejak bermain di Liga 2 2017 sampai promosi ke Liga 1 2018.

    Adanya dualisme PSMS Medan ini tentu saja sangat disayangkan. Sebab, klub kebanggaan masyarakat Medan ini telah memiliki sejarah panjang di dunia sepak bola Indonesia dan sekarang sedang berjuang mengembalikan kejayaan di Liga 1 2018.

    Apalagi, kabarnya Ayam Kinatan akan ditinggal sposor utamanya akibat dari polemik tersebut. Tentu hal ini sangat disayangkan. (Bobotoh.ID/AR)


    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli