Teranyar

    Cara Mengukut Kamera & Lensa Agar Terhindar dari Jamur!

    10 September 2017 15:54
    Bagi bobotoh yang hobi fotografi, pasti pernah mengalami lensa kameraa atau rana cermin/mirror lens terkena Jamur. Hal itu dikarenakan kelembaban yang tidak pas saat penyimpanan, sehingga menyebabkan jamur tumbuh dalam lensa atau sensor kamera.

    Banyak kerugian bila lensa kamera sudah ditumbuhi jamur. Salah satunya gambar yang dihasilkan menjadi lebih pucat dari aslinya. Selain itu jamur bisa mengganggu sistem kerja fokus lensa.

    Ieu Ramé Lur: Ingin Memupus Mitos, Kapten Timnas Pakai Nomor 13!

    Berikut ini langkah sederhana yang bisa Bobotoh lakukan untuk merawat lensa, seperti dilansir belfot.com.

    1. Simpan di Tempat yang Layak
    Indonesia adalah negara beriklim tropis yang artinya memiliki kelembapan cukup tingggi (di atas 70 persen). Angka itu akan naik saat musim penghujan. Kelembapan yang tinggi dapat merusak komponen elektronik serta sensor kamera, sehingga jamur bisa tumbuh dan berkembang di optik lensa. Pun demikian, tingkat kelembapan yang terlalu rendah juga tidak bagus karena dapat mengganggu sistem mekanis kamera.

    Tepatnya, pergerakan komponen mekanis kamera beresiko tidak bisa bergerak dengan lancar (seret).

    Idealnya, tingkat kelembapan pada lensa dan kamera adalah 40–50 persen Relative Humidity (RH). Lebih jelasnya, bacalah buku manual lensa dan kamera Bobotoh. Lalu, cari aturan ideal operating range, dan cek rentang kelembapan yang disarankan.

    Jadi, di mana seharusnya kamera dan lensa disimpan? Ada baiknya Bobotoh menggunakan dry cabinet sehingga bisa mengontrol tingkat kelembapan.

    Dry cabinet adalah sebuah lemari khusus yang dirancang untuk menyimpan barang-barang elektronik. Bobotoh bisa membelinya di toko kamera, dengan harga mulai dari Rp. 1 juta.

    Namun, jika Bobotoh tidak memiliki dana yang cukup, bisa menggunakan kotak kedap udara dan menaruh beberapa kantung silica gel di dalamnya.

    2.Jauhkan dari kondisi basah
    Jauhkan kamera dan lensa Bobotoh dari air karena kondisi basah dapat menimbulkan kelembapan di dalam kamera dan membuat komponen di dalamnya rusak. Kecuali jika kamera dan lensa kamu memiliki kemampuan waterproof atau weather sealed.

    Bobotoh pun harus selalu menjaga kebersihan lensa. Saat membersihkan lensa, dianjurkan jangan langsung menyemprotkan cairan pembersih ke lensa. Semprotkan cairan terlebih dulu ke kain microfiber, lalu usapkan ke lensa secara perlahan.

    Bila Bobotoh tengah melakukan aktivitas pemotretan di dekat laut, bersihkan kamera dengan kain microfiber yang sedikit dibasahi untuk menghilangkan sisa garam yang menempel di kamera.

    Pasalnya, kandungan garam di laut bersifat korosif bagi komponen logam yang ada di dalam kamera maupun lensa sehingga berpotensi menghasilkan karat.

    3.Lepas-Tukar Lensa Secara Hati-hati
    Salah satu kelebihan utama kamera DSLR dibandingkan kamera saku adalah lensanya yang bisa dilepas-tukar. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan selama proses penggantian lensa, terutama jika Bobotoh melakukannya di luar ruangan.

    Debu atau kotoran bisa masuk ke dalam kamera dan menempel di sensor, sehingga membuat hasil jepretan tampak memiliki noda.

    Saat melepas-tukar lensa, kalungkanlah tali kamera di leher, kemudian posisikan kamera menghadap ke bawah. Lalu pasang tutup lensa depan (front cap lens) yang akan diganti, sambil menekan tombol kuncian lensa. Kemudian putar lensa hingga kendur, namun jangan sampai benar-benar terlepas dari kamera.

    Selanjutnya ambil lensa baru yang akan dipasang, lepas tutup lensa belakang (rear cap lens) dan letakkan di tempat yang mudah dijangkau, sementara pegang lensanya dengan satu tangan.

    Lepas lensa lama menggunakan tangan yang lain, pasang lensa baru dengan cepat lalu putar hingga terkunci. Ingat, setelah mengganti lensa, aktifkan fitur sensor cleaning di kamera untuk mengurangi resiko bercak debu. (Bobotoh.id/Firyal Firdaus)

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli