Teranyar

    Cik Atuh Enggeus, Sudahi Permusuhan Ini!

    29 July 2017 20:53
    Pertama kali Gua nonton bola udah dicekokin sama yang namanya rivalitas. Tapi entah kenapa dari dulu, dari jaman Gua masih SMP, engga pernah peduli sama yang namanya rivalitas. Enggak pernah ada rasa benci sama Persib ataupun Bobotoh.

    Tetapi setiap kali Gua mau nonton bola ada perasaan sedikit was-was karena jalur yang Gua lewati merupakan basis suporter yang katanya basis suporter rival. Bahkan suatu ketika Gua pernah menjadi korban dari kebrutalan rivalitas ini, saat itu sepulang menonton pertadingan antara Persija vs Arema di GBK.

    Ieu Ramé Lur: Sering Pameran Di Luar Negeri, IBC Senang Pameran Di Cimahi!

    Gua dipergoki sekumpulan pemuda beratribut Persib yang sedang melakukan sweeping di pintu keluar stasiun bogor. Gua dikejar, dipukuli, baju, dompet, dan tas dirampas, saat itu Gua lebih memilih pasrah aja tanpa perlawanan, baju dan semua perlengkapan Gua dirampas daripada bonyok.

    Hidup di perbatasan di kota di mana rivalitas dan dendam terus menerus disuarakan oleh kedua suporter itu enggak enak! Selalu merasa was was, selalu takut kalo pake jersey tim kebanggaan kalo keluar rumah.

    Padahal di luar itu semua lingkungan Gua itu identik dengan Persib. Dimulai dari ayah sendiri yang merupakan boboko (bobotoh kolot), mamang, tetangga, bahkan teman-teman dekat Gua pun adalah pecinta Persib. Tapi kita adem-adem aja engga pernah saling ejek tuh.

    Saat mendengar kedua basis suporter ini ingin berdamai, Gua ngerasa jadi orang yang paling senang saat itu. Timeline twitter penuh dengan saling sapa mesra antara kedua belah pihak. Kedua pemimpin suporter masing-masing pun menyuarakan perdamaian.

    Memang sih tak semudah membalikan telapak tangan, masih banyak saja yang masih belum menerima perdamaian ini dengan dalih dendam dan juga tentunya provokasi. Masih ada pro-kontra di mana mana. Kalau pun kelak perdamaian ini gagal maka penyebabnya jelas, yakni PROVOKATOR!

    Sudah saatnya permusuhan ini segera dihentikan, sudah berapa banyak korban? Sudah berapa nyawa mati sia-sia karena sepakbola?

    Yang terakhir baru-baru ini adalah Ricko Andrean. Bobotoh yang meninggal akibat amuk masa yang salah sasaran pada saat menonton pertadingan antara Persib vs Persija di Stadion GBLA.

    Cik atuh enggeus, sudahi permusuhan ini. Rek nepi iraha? Butuh sabaraha korban deui? Rek nangguan dulur-dulur maneh nu jadi korban? Apa maneh nu jadi korban? ENGGEUS! (Bobotoh.id/RCK)


    Penulis adalah seorang suporter Persija bernama Suryatna. Pecinta sepakbola yang kebetulan cintanya nyantol sama Persija (yah namanya juga cinta mah engga mandang rival) yang 'kebetulan' juga lahir dari keluarga dan lingkungan yang Persib banget.

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi @gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli