Teranyar

    Dampak Buruk Memake Octan Booster !

    22 January 2018 21:09
    Bahan bakar beroktan tinggi harganya sangat mahal. AKibatnya banyak pengguna motor dan mobil berusaha mensiasaitinya dengan mengisi bahan bakar beroktan rendah, lalu menambah cairan penambah octane booster.

    Biasanya penggunaan cairan aditif itu dipilih karena dipercaya dapat mendongkrak performa, dan bahan bakar jadi lebih irit. Padahal, pernyataan itu tidak benar. Bahkan cairan itu justru akan ‘membunuh’ mesin pelan-pelan.

    Ieu Rame Lur :Bali Utd Ke Thailand Bukan Untuk Pelesir !

    Dilansir Viva.co.id, Senin, 22/1/2018, menurut Diko Oktaviano dari PT NGK Busi Indonesia mengatakan, menambahkan cairan ke dalam ruang bakar seperti octane booster justru akan merusak mesin dan busi. Kata dia, nantinya insulator akan kemerahan dan ada garis seperti rambut pada ujung busi.

    “Ketika terdapat tanda garis rambut pada sekitar elektroda pusat, berarti aliran listik yang mengalir akan menuju ke bagian metal shell dan dapat merusak insulator. Kondisi seperti itu, efek buruknya mesin tidak responsif karena pengapian tidak sempurna, mesin sulit menyala dan konsumsi bahan bakar meningkat,” ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan Iwan Abdurahman dari PT Toyota Astra Motor (TAM). Menurutnya. penggunaan octane booster tidak direkomendasikan, karena lebih baik menggunakan bahan bakar yang oktannya sesuai anjuran pabrik, jangan berlebihan.

    “Pernah punya pengalaman, mobil konsumen rajin pakai octane booster. Pas saya lihat ketika servis besar, beberapa komponennya berkerak. Mulai dari filter, saluran bahan bakar, dan injektor ada jelaga atau endapan dan itu susah dibersihkan,” katanya. (Bobotoh.ID/RCK)


    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli