Teranyar

    Gaung Perdamaian Itu Semakin Kencang !

    28 July 2017 16:45
    Untuk kesekian kalinya, rivalitas antara bobotoh dan The Jakmania memakan korban jiwa. Kali ini adalah Ricko Andrean. Seorang bobotoh yang menjadi korban pengeroyokan di stadion ketika laga Persib vs Persija, Sabtu (22/7/2017). Lebih ironis lagi, pengeroyokan itu dilakukan oleh "saudaranya" sendiri, yakni oleh sesama bobotoh.

    Ricko disangka bagian dari Jakmania. Sehingga ia dipukuli habis-habisan hingga tak berdaya. Padahal, menurut keterangan dari kepolisian, Ricko adalah seorang bobotoh yang berusaha menolong Jakmania. Ricko lantas dilarikan ke Rumah Sakit. Sempat berjuang menghadapi hari-hari kritisnya, sebelum akhirnya pada Kamis (27/7/2017), Ricko meninggal dunia.

    Kepergian Ricko begitu membuat banyak pihak terpukul. Tak terkecuali kedua belah pihak yang selama ini berseteru: Bobotoh dan The Jakmania. Dan hal ini tentunya menjadi pertanda baik. Dengan menyesal dan terpukulnya kedua belah pihak atas kejadian ini, semoga bisa membawa ke arah perdamaian antara keduanya. Berdamai agar tidak ada lagi luka, lebam, darah, dan nyawa yang tercecer sia-sia karena permusuhan ini. Karena sejatinya, tak ada sepak bola yang seharga dengan nyawa.

    Dan gelagat menuju perdamaian itu kini sudah semakin terlihat benderang. Semoga fenomena-fenomena di bawah ini bisa menjadi pertanda yang membawa pada jalan perdamaian. Agar tak ada lagi korban seperti Ricko, Rangga, dan yang lainnya di kemudian hari.

    Ajakan Para Tokoh Bobotoh

    Dari bobotoh ada Dirigen Viking, Yana Umar dan ketua Viking Frontline, Tobias Ginanjar. Mereka menyerukan perdamaian dan mengajak untuk menyudahi perseturuan ini.

    "Jangan sampai terulang lagilah. Sudahi, mau sampai kapan lagi (bermusuhan)? Kalau sudah jatuh korban seperti ini, ibarat senjata makan tuan. Ini benar-benar di luar dugaan, saya sendiri tidak tahu kejadian pastinya seperti apa, karena saya berada di bawah," ungkap Yana seperti dilansir CNNIndonesia, Kamis (27/7/2017).

    "Saya berharap agar ini bisa menjadi awal untuk menghentikan permusuhan Bobotoh dan Jakmania. Lihat imbasnya, korbannya malah dari teman sendiri," lanjut Yana.

    Sementara ajakan dari Tobias Ginanjar, ketua Viking Frontline yang merupakan kelompok di mana (Alm) Riko bergabung, menyerukan hal serupa lewat akun Instagram pribadi miliknya.

    "Kemarin saya ikut menemani Heru Joko (Ketua Viking) dan Ferry Indrasjarief (Ketua Jakmania) menjenguk Iko. Di sela-sela obrolan setelah plg dari RS, keduanya bercerita bahwa mereka sangat (merasa) berdosa atas rivalitas yang kelewat batas ini. Karena permusuhan ini terjadi di saat kepemimpinan mereka berdua. Oleh karenanya mereka saat ini sedang mengupayakan jalan agar rivaitas yang sudah kelewat batas ini bisa berakhir. Saya sendiri mendukung langkah yang sedang diupayakan kedua pemimpin tersebut, karena memang rivalitas sudah tidak sehat lagi karena diterjemahkan dengan saling bunuh. Apa yang bisa dibanggakan dengan membunuh seseorang??? Apa yang bisa dibanggakan dari memukuli seseorang yg sdh tergeletak tidak berdaya???" tulis Tobias di postingan instagramnya pada Kamis (27/7/2017).

    Ajakan Para Ketua Organisasi

    Para pucuk pimpinan dari organisasi kedua belah pihak pun sudah sangat mengharapkan terjadinya jalan damai. Ferry Indra Sjarief dari Jakmania dan Herru Joko dari Viking Persib Club, memberikan statementnya masing-masing.

    "Rivalitas Jakmania dan Bobotoh sudah salah arah. Rivalitas tersebut seharusnya hanya terjadi di tribun dan bukan dengan kekerasan seperti ini," tutur Ferry seperti dilansir CNNIndonesia, Kamis (27/7/2017).

    "Sudah saatnya kami sama-sama mengakhiri rentetan aksi kekerasan, bangun rivalitas yang sehat dan sportif," lanjut Ferry.

    Ajakan dari Ketua Viking, Herru Joko pun segendang-sepenarian.

    "Harusnya damai. Sudah sangat keterlaluan, sepak bola itu hiburan, harusnya senang. Sekarang semua harus introspeksi diri, kita harus membangun atmosfer positif mulai dari diri sendiri, harus bisa menciptakan rasa aman bagi sesama, semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan," kata Herru.

    Ieu Rame Lur : Protes Wasit Berlebihan, PSSI Mendengda Si Nomer Tiga Rp. 10 Juta!

    Seruan Damai Beberapa Suporter Persib dan Persija di Media Sosial

    Di tataran akar rumput, baik Bobotoh maupun Jakmania pun mayoritas sudah menginginkan perseturuan ini berakhir. Mereka tidak ingin lagi ada korban-korban yang harus meregang nyawa akibat rivalitas yang sudah kelewat batas ini. Beberapa mengungkapkannya melalui media sosial.

    Salah satu akun twitter bernama @Jak_Kaskus sempat membuat empat rangkaian twit (kultwit), yang menceritakan sekilas tentang kebaikkan korban, (Alm) Riko, dalam melindungi anggota The Jakmania yang hendak dikeroyok. Di akhir kultwit tersebut, akun itu mengatakan, "Nyawa adalah anugerah dari Tuhan yang wajib dijaga. cukup sudah provokasi untuk saling membunuh jika kalian masih beragama," tulisnya pada Kamis (27/7/2017) pukul 11:42.

    Twit tersebut pun langsung direspon positif oleh banyak orang, termasuk oleh para bobotoh sendiri. Salah seorang Bobotoh dengan nama akun @imansvd meresponnya dengan berkata, "Saatnya berdamai smoga dri kejadian kmarin smua elemen membuka matanya untuk perdamaian, kita muslim semua sodara," tulisnya.

    "Yu ahk urng ramekeun perdamaian... biru or orange sm saja satu bendera merah putih," respon Bobotoh lain bernama Cecep Mulayana dengan akun @mulyanacecep69

    Akun twitter lain bernama @Jak_Demak pun turut meramaikan seruan ini. Pada Kamis, (27/7/2017) pukul 17:24, mereka memposting bagaimana akrabnya suasana nonton bareng Persib vs Persija. Di gambar itu terlihat, para bobotoh beratribut Persib dan para Jakmania beratribut orange-orange sangat akrab bersandingan bersama menikmati jalannya pertandingan.

    "Kami bersanding di Kota Wali karna kami tdak tahu awal mula permusuhan itu, dan kami belom merasakan gesekan di sini." Itulah tulisan yang mereka sisipkan mengiringi foto yang indah itu.

    Yang pasti, pasca insiden Riko, gandrung perdamaian sudah semakin nyaring disuarakan oleh Bobotoh dan Jakmania. Karena memang sudah seharusnya seperti itu. Tribun stadion bukanlah tempat untuk meregang nyawa. Tribun stadion dan sepakbola itu sendiri adalah tempat untuk bersenang-senang bersama dan menjalin persaudaraan dengan bertemu banyak orang. Bukan malah menjalin permusuhan.

    Jika ada sebagian orang yang bersikukuh menginginkan permusuhan ini tetap ada, maka secara tidak langsung, sebenarnya mereka telah mengorbankan saudara mereka sendiri untuk menjadi korban selanjutnya. Adakah manusia normal yang setega itu?. (Bobotoh.id/Rio Rizky)

    Editor : HL

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli