Teranyar

    Harry Roesli, Seniman Jenius Pecinta Persib Bandung!

    30 October 2017 13:02
    Untuk kids zaman now mungkin nama Harry Roesli. Padahal sosok ini sangat dikenal khususnya oleh anak muda Bandung era-70 sampai awal 2000-an.

    Harry dikenal sebagai seorang seniman yang sangat fenomenal. Dengan penampilan khasnya yang berkumis, berjambang, berambut gondrong juga selalu berpakaian serba hitam ini sering kali mengeluarkan produk seni yang sarat akan pesan-pesan kritik sosial tetapi tidak meninggalkan keindahan dari seni itu sendiri.

    Ieu Rame Liar: Tutup Liga Santri, Menpora Puji Rafli!

    Mau Tiket VIP Persib Gratis? Klik Di Sini...

    Harry lahir di Bandung, 10 September 1951. Ia merupakan cucu dari seorang pujangga besar Marah Roesli. Ia meninggal dunia 11 Desember 2004 dalam usia 53 tahun, karena serangan jantung, dan juga memiliki riwayat hipertensi dan diabetes.

    Semasa hidupnya ia sibuk dalam aktivitas seni dan juga sosial. Sejak tahun 1970 ia sudah dikenal bersama kelompok musiknya yang diberi nama Gang of Harry Roesli. Namun kelompok musik tersebut hanya bertahan 5 tahun.

    Selain musik Kang Harry pun terlibat dalam seni teater. Ia mendirikan kelompok teater, Kang Harry sapaan akrabnya, pernah mendirikan kelompok teater yang diberi nama kelompok teater Ken Arok pada 1973.

    Sebagai seniman, Kang Harry tidak seperti seniman lainnya yang meninggalkan ranah pendidikan. Menyelesaikan pendidikannya bahkan sampai mendapat gelar Doktor pada tahun 1981.

    Di samping kegiatannya dalam lingkung seni, ia pun pernah aktif menulis di berbagai media, salah satunya pernah menjadi kolumnis Kompas Minggu.

    Karya-karya Harry Roesli menghadirkan kritik sosial, sering kali ia melakukan gugat, baik pada ketimpangan sosial, kesewenangan, dan lain-lain. Tak jarang Harry merasakan bilik penjara karena karya-karyanya itu.

    Ia merangkum karya-karyanya pada sekitar 20-an lebih album, semuanya berisi pemikiran Kang Harry yang lugas, tegas, tapi disajikan dalam semangat bercanda.

    Harry Roesli juga adalah seorang pecinta Persib Bandung. Saat memandu sebuah acara pencarian bakat di televisi swasta di masa hidupnya, ia seringkali meneriakkan kata-kata "Hidup Persib!" di penghujung penilaiannya.

    Hal yang paling menarik dari Harry Roesli adalah ia membina para seniman jalanan dan kaum pemulung di Bandung dengan mendirikan Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB). Ia rela rumahnya di Jl. W.R Supratman Bandung dijadikan markas DKSB.

    Rumah ini selalu ramai dengan kegiatan para seniman jalanan, sekaligus berfungsi sebagai tempat berdiskusi para aktivis mahasiswa. (Nizar Ulman)

    Mau dapat tiket VIP gratis? Caranya mudah, silahkan kontak WA 089662541246 lalu klik di sini dan ikuti aturan mainnya, der ahhh.... Hatur nuhun ! (Isi Kode Reseller : RDK10)

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli