Teranyar

    Hikayat Gelandang Pengangkut Air

    23 March 2018 18:14
    Dalam beberapa tahun terakhir, sebutan gelandang si 'pengangkut air' ramah di telinga pecinta sepak bola tanah air. Sebutan ini bermula dari kalimat yang terlontar dari Eric 'King' Cantona yang bernada sarkasme untuk Didier Deschamps ketika Manchester United bentrok Juventus pada laga penyisihan Grup C Liga Champions 1996 yang digelar di stadion Delle Alpi, Turin.

    Dari perseteruan kecil keduanya sejak tahun 1996, istilah tersebut populer dan ramai digunakan hingga saat ini. Gelandang pengangkut air menjadi sinonim dari gelandang bertahan yang enerjik.

    Ieu Rame Lur: Kualitas Jersey Persib Menyieun Kecewa!

    Pengangkut air atau dalam bahasa Inggris yakni water carrier. julukan tersebut memang terkesan negatif, namun perannya sangat vital ketika tim mendapatkan counter attack dari tim lawan. Perannya pun menahan bola atau menahan pemain lawan yang hendak melakukan counter attack di saat yang krusial.

    Posisi gelandang bertahan memang tidak setenar seorang striker dan pemain bertahan. Namun, peran gelandang bertahan atau kerap disebutball winning midfielder atau holding midfielder saat ini banyak digunakan tim-tim besar Eropa dan Indonesia.

    Selain Didier Deschamps, ada nama lain yakni Genaro Ivan Gatuso milik AC. Milan yang selalu tampil garang kala membela timnas Italia dan Il Rossoneri. Dalam era modern saat ini, peran gelandang bertahan memang diwajibkan mengikuti zamannya.

    Seiring perkembangan taktik yang makin bervariasi dan kebutuhan akan pemain yang dapat bermain efektif dan efisien, beberapa pemain pun mengubah gaya bermainnya dengan sangat baik. Claude Makelele contohnya.

    Claude Makelele memang berevolusi menjadi gelandang bertahan yang kumplit. Ketika tim Eropa menggunakan ciri gelandang bertahan yang hanya memutus rantai serangan kepada timnya, Makelele tampil gemilang.

    Bahkan, setelah memutus rantai serangan lawan, ia dapat lebih mobile menggiring bola dan memberikan umpan kepada pemain yang jauh berpeluang untuk mencetak goal.

    Kepindahan Makelele ke Chelsea dari Real Madrid di musim 2003 sempat ramaikan dunia. bahkan, presiden Real Madrid, yakni Florentino Perez tak segan untuk menyindir dan berjanji taka akan merindukan sosok Makelele.

    Namun, kompatriotnya Makelele di timnas Prancis, yakni Zinedine Zidane beranggapan lain dengan didepaknya Makelele. Menurutnya, keputusan El Real dengan mendepak Makelele dan merekrut David Beckham merupakan kesalahan yang besar. Bahkan, Zidane pun menyindir balik sang presiden timnya.

    Dalam karirnya di Liga Inggris, pada musim 2004/2005, gelar juara Liga Primer berhasil dipersembahkan oleh Jose Mourinho untuk The Blues. Pemain yang paling dielu-elukan the special one saat itu bukan John Terry ataupun Frank Lampard, melainkan Makelele.

    Menurut Mourinho, tak ada gunanya memiliki barisan pemain mewah di lini serang jika tidak memiliki gelandang bertahan yang baik di dalam tim.

    Reinkarnasi Makelele sekarang ada di diri Ngolo Kante. Saat Leicester berhasil merengkuh juara Liga Inggris musim 2016 lalu, Kante tampil baik dan menuai decak kagum. Bahkan, Makelele sendiri memuji penampilan Kante dan mengatakan jika Kante merupakan pemain yang lebih kumplit dari dirinya.

    Jika dalam sepakbola Indonesia, Indonesia memiliki tiga galandang bertahan yang nama awalnya ialah 'Har'. yakni Hargianto, Hariono, dan Harianto. Ketiga nama tersebut memiliki peran yang serupa di timnya.

    Harianto yang merupakan Gelandang bertahan Indonesia yang memiliki ciri bermain lugas di dalam lapangan. Terbukti pada tahun 2003 dan 2006, Persik Kediri menjuarai Divisi Utama. Berkat kemampuannya, ia melanglangbuana di tim besar Indonesia. Arema Malang, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Persik Kediri pernai ia belanya.

    Setelah Harianto, ada Hariono yang menjelma jadi pujaan publik Bandung dan Jawa Barat. permainan ngotot serta loyalitasnya membela panji Maung Bandung selam 10 musim, menjadikan pria berambut gondrong itu legenda Persib Bandung. Bahkan permainannya pun lugas dan mempersembahkan gelar ISL 2014 untuk Maung Bandung.

    Dikenal sebagai pemain dengan energi dan kemampuan memenangkan bola yang luar biasa, Hariono menjadi pemain yang paling banyak melakukan tekel sukses di Persib Bandung dalam beberapa tahun terakhir.

    Yang termuda ialah Hargianto. Hargianto tampil baik ketika menjadi pemain inti Timnas Indonesia U-19 yang saat itu diarsiteki oleh Indra Sjafri. Trio gelandang saat itu ialah Evan Dimas, Zulfiadi, dan Hargianto berhasil menjuarai AFC u-19 tahun 2014.

    Penampilannya pun hampir serupa dengan Hariono yang lugas di lapangan. kemampuan merebut bola dan menguasai bola lebih lama juga menjadikannya kapten timnas Indonesia U-22. (Bobotoh.ID/RCK. Foto: AH)

    Ditulis oleh Raffy Faraz Ramadhan, Reporter Bobotoh.ID

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.




    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli