Teranyar

    Ideologi Fanatisme dan Sepak Bola

    6 September 2017 20:32
    Ideologi ataupun pemikiran terkadang memang dapat membawa doktrin ataupun dogma yang bersifat melekat. Hal ini juga berlaku dalam sepakbola.

    Ideologi ataupun pemikiran-pemikiran yang diciptakan para pendahulu kita ataupun para ilmuwan membuat suatu panutan ataupun falsafah yang harus dipegang teguh. Dalam beberapa fakta di dunia, ideologi adalah sumber utama terciptanya perang ataupun konflik. Bahkan dalam beberapa kasus perang yang pernah terjadi di dunia ini terjadi karena adanya perbedaan pandangan ataupun ideologi.

    Ieu Rame Lur: Hadapi Persib, Semen Padang Ingin Akhiri Rekor Minor

    Sepakbola juga kerap dikaitkan dengan filosofi, sejarah dan ideologi. Mulai dari sejarah berdirinya klub, latar belakang suatu klub, domisili daerah klub tersebut, budaya masyarakat, sampai faham-faham tertentu yang dianut beberapa kelompok supporter klub selalu menambah warna tersendiri bagi sepakbola.

    Sepak bola tidak bisa di pisahkan dengan namanya supporter maupun sebaliknya. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa sepak bola tanpa supporter adalah mati".

    Supporter selalu berperan dalam eksistensi suatu klub bola. Fanatisme mereka yang selalu dijadikan kendaraan untuk mencapai puncak yang mereka namakan “kebanggaan”. Hasrat adrenalin seorang supporter dapat mencapi klimaks ejakulasi apabila klub mereka meraih kemenangan ataupun mencapai kesuksesan.

    Identitas supporter tertentu cenderung bersifat kekal dan tidak bisa diganggu gugat. Seolah identitas tersebut sudah menjadi budaya turun-menurun yang dipegang dari masa ke masa oleh para supporter.

    Bicara ideologi berarti juga bicara tentang para pencetus ideologi tersebut. Ada ideologi berarti ada pemikir, ada pemikir berarti ada doktrin, ada doktrin berarti ada pengikut. Kurang lebih seperti itu siklusnya.

    Faham ideologi tersebut memang tidak semuanya diterima dan dipahami masyarakat namun setidaknya ideologi tersebut yang menciptakan budaya dalam masyarakat. Sepakbola memang mewakili kehidupan supporter, supporter memegang teguh apa yang terdapat di dalam klub kebanggannya tersebut.

    Sepakbola juga kerap dijadikan kendaraan memamerkan ideologi yang mereka anut di kala klub mereka bertanding. Ideologi dan klub sepakbola adalah satu menurut mereka yaitu kebanggaan.

    SS Lazio memang memiliki background ideologi yang sangat kuat yaitu Fasisme. Nazi ataupun Neo Nazi sering dipamerkan para supporter Lazio. Ultras Lazio (pendukung garis keras Lazio) sering menunjukkan koreografi dengan logo ataupun lambang Nazi. Bahkan banner wajah Benitto Mussolini (Founding Father Facism) juga sering menghiasi stadion Olimpico (markas Lazio).

    Bahkan supporter Lazio juga sering menebar terror rasisme terhadap supporter klub lain ataupun kepada pemain klub lain. Lazio selalu mengagungkan fasisme sebagai identitas klub mereka.

    Ideologi memang dapat menciptakan suasana baru dan budaya identitas masyarakat. Begitu juga dengan sepakbola, sepakbola adalah masyarakat.

    Jangan pernah melupakan sejarah, karena bagaimanapun sepakbola tercipta karena adanya sejarah. Dan karena sejarah itu juga yang membuat sepakbola seakan menjadi budaya popular yang diagungkan di era sekarang ini. Sepakbola memang dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. (Bobotoh.id/RCK)

    Penulis adalah bobotoh bernama Lingga Pratama

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi @gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli