Teranyar

    Ini Alasan Ketua PSSI Lebih Legowo Lepas pemain Ke Eropa!

    19 December 2017 20:33
    Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, akhirnya memberikan penjelasannya mengapa ia 'keukeuh' melarang para penggawa Timnas Indonesia berlabuh ke klub Negeri Jiran, Malaysia.

    Edy memberikan penjelasannya saat diundang oleh salah satu program Tv nasional, Senin (18/12/2017) kemarin. Dalam wawancaranya tersebut ia menjelasakan jika saat ini Timnas Inonesia kekurangan pemain. Oleh karena itu Edy menaturalisasikan penyerang asal Montenegro, Ilija Spasojevic.

    Ieu Rame Lur: Kangen Baladnya, Mantan Unggah Video Saat Berjersey Persib !

    "Indonesia itu kekurangan pemain, sebagai contoh Spaso dari Montonegro saya ambil. Saya meminta dan dia bersedia untuk menjadi pemain bola di Indonesia untuk dinaturalisasi, jelas kita kekurangan pemain," kata Edy saat berbicara kepada TVOne, Senin kemarin (18/12/2017).

    Edy pun tentunya sangat memahami alasan dari kedua pemain Timnas yang memutuskan berkarier di sepak Bola Malaysia tersebut.

    "Dengan kita kekurangan pemain orang Indonesia malah berangkat keluar, hal ini saya pahami secara persis. Kalau di Indonesia gaji pemain hanya 700-800 juta pertahun, tapi kalau di luar negeri katakanlah Malaysia gajinya bisa sampai Rp 3 Milliar per tahun," ucap Edy menambahkan.

    Lebih lanjut Edy juga memahami bahwa ada sebuah aturan yang benar-benar harus dipatuhi dalam perpindahan transfer ke klub lain.

    Mantan Pangkostrad tersebut lebih legowo melepas para pemain Indonesia untuk bergabung dengan klub-klub besar di Eropa. Hal itu disebabkan karena kondisi sepakbola Indonesia dan Malaysia tidak berbeda jauh. Tentunya jika mereka meniti karier di Eropa para pemain Timnas itu akan berkembang pesat.

    "Ada aturannya yang disebut dengan ITC (International Transfer Certificate) itu harus ditaati. Namun, yang lebih penting adalah kalau pemain kita dipanggil oleh negara yang bisa membesarkan mereka seperti dari Spanyol atau Belanda saya izinkan dia," lanjut Edy Rahmayadi.

    "Tetapi, kalau Malaysia, siapa pemain Indonesia yang dipanggil ke Malaysia kembali dan menjadi lebih baik?" jelas Pria berusia 56 tahun tersebut. (Bobotoh.id/AR)


    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli