Teranyar

    Inkonsistensi Masih Menjadi 'Penyakit' Persib!

    10 September 2017 16:16
    Beberapa jam sebelum Persib berlaga menghadapi Semen Padang pada Sabtu (9/9/2017), akun resmi Instagram Persib mengunggah sebuah banner yang menampakkan sosok M. Natsir dan Henhen. Dalam banner itu pula, tertulis sebuah tulisan "Tren & Konsisten". Agaknya, tulisan itu mewakili semangat yang diusung oleh Maung Bandung untuk menjaga tren positif mereka.

    Seperti diketahui, di putaran kedua ini Persib cukup meyakinkan melanjutkan kompetisi. Sebelum menghadapi Semen Padang, Persib sudah bermain di putaran kedua sebanyak lima kali. Dari lima pertandingan itu, Maung Bandung belum pernah terkalahkan.

    Ieu Ramé Lur: Diberi Nama Debora, Ieu Maknanya!

    Di pertandingan kelima menghadapi Sriwijaya di Palembang, tanpa disangka-sangka Persib juga bisa memenangkan pertandingan. Yang lebih fantastis, kemenangan itu diraih Persib dengan skor 1-4.

    Sangat wajar jika melihat dari hasil itu, para bobotoh berharap Persib bisa memenangkan kembali pertandingan melawan Semen Padang. Terlebih laga tersebut digelar di kandang Persib. Namun ternyata, Persib hanya mampu bermain imbang dalam menghadapi tim berjuluk Kabau Sirah itu.

    Redaktur Senior BobotohID, Eko Maung, turut memberi review terkait pertandingan Persib vs Semen Padang itu. Melalui sebuah siaran langsung di Facebook BobotohID pada Minggu (10/9/2017). Siaran langsung itu diambil Eko pada pagi hari, di Monumen Nasional (Monas), DKI Jakarta.

    "After the match. Hasil kemarin sebetulnya di luar dugaan, ya. Jadi setelah meraih hasil positif dalam laga kandang, grafiknya terus naik. Mungkin yang paling fenomenal adalah bisa menahan imbang Persipura di kandang mereka. Lalu bisa menaklukan Sriwijaya, dengan skor sangat telak. Semua orang mengira Persib bisa masih menunjukkan klimaks di Bandung menghadapi Semen Padang. Apalagi sanksi (tanpa suporter) juga sudah berakhir," beber Eko mengawali pembiaraannya.

    Eko menjelaskan kondisi ini menunjukkan bahwa 'penyakit' inkonsistensi masih menjangkiti kubu Maung Bandung. Ia lantas menganalogikan kondisi Persib saat ini sama seperti yang pernah dialami Bayern Munchen beberapa tahun yang lalu.

    "Hasil kemarin menunjukkan, yang namanya inkosistensi masih menjadi masalah bagi Persib. Inkosistensi ini, kan, bukan cuma perkara tim saja. Tapi juga performa orang per orang. Jadi saya khawatir kita akan mengalami kejenuhan seperti apa yang dialami Bayern Munchen. Anda ingat, ada periode beberapa tahun untuk bayern munchen, yang terlena dengan kejayaan mereka, dalam beberapa musim mereka stagnan. Disebut berprestasi juga engga."

    Masih menurut Eko, inkonsistensi ini lahir dari sebuah kejenuhan. Dan kejenuhan bisa jadi lahir karena suasana di dalam tim yang tidak banyak berubah, baik secara skuat maupun pengembangan taktik.

    "Nah itu memang ada yang namanya kejenuhan. Jadi setelah meraih kejayaan (juara), mereka tidak banyak melakukan perombakan tim, dan mungkin evaluasinya juga gak serius. Akhirnya timbul kejenuhan," jelas Eko.

    Dengan kondisi demikian, Eko memprediksi Persib akan 'nanggung' dalam menjalani kompetisi. Menjadi juara tidak, tapi degradasi juga tidak. Pendeknya, Persib akan menjadi seperti tim-tim medioker.

    "Bobotoh bisa menilai. Kalau misal kita keadaan gini terus, nanti akan ada beberapa periode, di mana kita ini memang gak akan degradasi, tapi jadi nanggung, juara engga, terpuruk pun engga. Dan posisi seperti ini yang bisa jadi dilema," ungkapnya lagi.

    Kondisi seperti ini menurut Eko tidak pantas dialami Persib. Bagi Eko, tim sekelas Persib mesti mematok target tinggi setiap musimnya.

    "Untuk tim sekelas Persib, namanya target harus dipatok tinggi terus," pungkas Eko. (Bobotoh.id/Rio Rizky)

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi @gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli