Teranyar

    Innalillahi....Terjatuh Di Lapangan, Pemain SSB Arema Domhils Meninggal Dunia !

    20 March 2018 15:34
    Kabar duka datang dari Kota Malang. Krisna Yusuf (13), pemain SSB Arema Domhils meninggal dunia, Senin (19/3/2018) kemarin. Ia menghembuskan napas terakhirnya usai melakoni laga ujicoba melawan tim dari Gresik di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Minggu (18/3/2018)

    Krisna menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan setelah dirujuk dari salah satu rumah sakit di Bangil, menuju Rumah Sakit Saiful Anwar di Kota Malang. Pemain tersebut jatuh saat bermain di lapangan.

    Ieu Rame Lur : Laga Perdana Persib Menglawan PS. Tira Mundur, Ini Jadwal Terbarunya...

    Menurut Malang Post, jenazah pemain yang pernah menjadi top scorer di salah satu even di Kota Malang ini, sore kemarin dimakamkan di pemakaman umum di kawasan Jalan Ki Ageng Gribig. Kedua orang tuanya masih sangat terpukul dengan meninggalnya putra terbaiknya.

    Menurut sumber yang dihimpun Malang Post, Krisna meninggal dunia akibat kelelahan karena bertanding dua hari berturut-turut.

    "Kemarin (Senin, 19 Maret 2018) dalam rangka sparing melawan tim dari Gresik lalu bertanding di Bangil. Dia menginap di Gresik dan paginya langsung ke Bangil dan bertanding siang harinya,” ujar salah satu sumber Malang Post.

    Menurutnya, Krisna merupakan salah satu pemain berbakat yang ada di SSB Arema. Bahkan tim dari Gresik yang menjadi lawan Krisna di lapangan, menurut pihaknya juga tertarik dengan bakat dan skill yang dimiliki Krisna.

    "Lawan kemarin (Senin, 19 Maret 2018) sempat menyatakan ketertarikannya kepada Krisna, tapi takdir berkata lain," imbuhnya.

    Sementara Rifai, tetangga Krisna mengatakan, sejak kecil Krisna memang tertarik dengan sepak bola dan sering berprestasi sebagai pemain terbaik.

    "Dia dulu membela SSB disini, terus ikut seleksi di SSB Arema Domhils dan akhirnya dia diterima sampai sekarang. Dia pemain berbakat dan supel sama pemain lain, pelatih, dan tetangga-tetangganya di rumah," paparnya.

    Pelatih sepak bola, Agus Yuwono memiliki pandangan terkait insiden yang dialami Krisna. Ada beberapa perkiraan penyebab meninggalnya Krisna dari sisi teknis maupun dari sisi medis.

    "Saya dengar mainnya Krisna disana (Bangil) di waktu yang tidak disarankan oleh medis. Kabarnya dia bermain diatas jam 9 pagi dan itu tidak disarankan oleh dokter karena memasuki jam 10 ke atas merupakan puncak keluarnya CO2 dan tidak disarankan untuk beraktifitas olahraga," jelas Agus.

    Dari sisi teknis lebih menurutnya, harus dilihat kondisi si pemain. Apakah dehidrasi atau kecapekan dan pelatih tidak bisa memaksakan pemain yang dalam kondisi tersebut untuk bermain di lapangan.

    Mantan pelatih Perseru Serui itu juga menambahkan, harus dilihat juga bagaimana pelatih menerapkan program latihan apakah program latihan melebihi kekuatan pemain atau bisa dikatakan over.

    "Pemain harusnya diberi kesempatan istirahat dan tidak diforsir untuk bermain apabila pemain merasa keletihan harusnya diistirahatkan," katanya. (bolalob.com)


    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli