Teranyar

    Jangan Ada Lagi Broken Home Part 2 !

    25 January 2018 20:29
    Kalian mungkin tidak akan pernah percaya, seorang pria 'kaleum' dan berkarisma yang selama menjadi pemain, asisten pelatih juga pelatih kepala ini akan melengkapi gelarnya sebagai legenda hidup Persib.Ya, kita tidak akan pernah tahu jika awal musim 2014 lalu ia selalu dituntut mundur, mungkin tidak akan seperti ini hasilnya (Berjaya Kembali).

    Respect Badag buat Coach yang satu ini, karena dengan tangan dinginnya Beliau mampu memberikan Persib banyak gelar dan bersamanyalah kita marasakan kerinduan "trofi juara" yang selama 19 tahun dinanti-nanti publik pecinta sepakbola Jawa Barat, khususnya oleh Bobotoh.

    Ieu Rame Lur : Memayunan Persib, PSM Makassar Ingin Mengetahui Performa Striker Baru!

    Sampailah ia kembali menghadapi zona yang tidak nyaman. Mengawali musim GoldenERAkeun liga kemarin memaksa Persib ditahan imbang oleh Arema. Seterusnya pun seperti itu terkadang permainan yang diterapkan oleh nya sangatlah monoton, matak tunduh dilalajoanna oge.

    Bermain "Mipir Gawir" yang menjadi strategi khasnya kala menjadi juara, terus diterapkan setiap pertandingan tanpa adanya perubahan. Jelas tim lawan, sudah pastinya membaca permainan yang selalu menjadi andalannya itu.

    Walaupun kita tahu beliau sering di menangkan dengan adanya keberuntungan. Eh Strategi maksudnya hehehe. Karena sepakbola tidak harus selalu adanya keberuntungan dan non-teknis lainnya.

    Bagaimana bisa, platih sekelas beliau yang notabene sampai jauh menimba ilmu kepelatihan di Benua Eropa, menentukan Starting Eleven saja dengan INSTINGnya. Bukan murni oleh STRATEGInya. Terbukti pas konpers pertandingan beliau pernah menyatakan, kepada awak media bahwa ia menurunkan pemain intinya hanya lewat mimpi tidurnya. Hahaha (asa ku nyaah lisensi kepelatihan di Eropa).

    Memang nyatanya tidak dilarang di dunia sepakbola? Silahkan saja. selagi bisa menjadi pemenang dalam pertandingan, why Not? Kenapa Tidak? KUNAON HENTEU?

    Kerenn banget emang pelatih satu ini. Secara tidak langsung dia sudah memberikan contoh terhadap kita semua tentang artinya Tawakal(berserah diri), bahwa kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan tak lupa untuk berdo'a, selebihnya kehendak "Yang Maha Kuasa".

    Akhirnya beliau pun membuat keputusan yang saya prediksikan sebelumnya. Dampak dari POWER OF BOBOTOH untuk menyelamatkan Persib, menuntut mundur dikarenakan, ia tak bisa berbuat banyak membawa permainan Persib ke arah yang lebih baik lagi dan hampir saja terperangkap Zona Degradasi.

    Jika dilihat musim kemarin yang bermain lebih mengaharapkan keberuntungan daripada murni Strategi. Alhasil, jauh dari kata peluang apalagi untuk menang.

    Sebagai mestinya ia disematkan legenda Persib, Saya sendiri sedikit kecewa dengan keputusan yang dilakukannya. Seharusnya sudah paham betul kultur Sepakbola Bandung
    dan juga karakter suporternya (tekanan Bobotoh).

    Karena banyak cacian bobotoh terhadapnya, meninggalkan Persib waktu itu sangatlah tidak tepat. Benar apa yang pernah Adjat Sudrajat Sampaikan "Kita Besar Adanya Cacian, Pujian adalah Racun."

    Karena kita ketahui peran Vital dalam keluarga adalah sosok Ayah. Seperti beliau yang sudah dianggap layaknya figur Ayah di dalam tim Persib .

    Kepergian ia juga sama halnya seperti Seorang Ayah yang meninggalkan anaknya sendirian, karena harus berpisah.

    Ya, yang lebih kita kenal dengan sebutan "BROKEN HOME". Teu kabayang apa yang dipikirkan semua pemain kala internal Persib hancur disaat pengunduran dirinya sebagai pelatih kepala. Ia pamit pergi dengan meninggalkan sedikit memar di hati.

    Ditambah lagi Pelatih Antik ini, mengeluarkan statement tidak pantas sebagai pelatih di hadapan media. "Saya ini orang tua, kalian harus hormat kepada saya, saya di sini sudah memberikan banyak gelar juara loh. Apa yang sudah kalian (Bobotoh) berikan terhadap Persib? ujarnyamembanggakan diri.

    Sebagaimana fungsinya kami suporter itu hanya mendukung. Toh, kalau memang mau menghitung untung rugi dengan bobotoh kamilah yang akan menang ,"Anda Bekerja Di Persib itu diBAYAR". Berbeda dengan kami yang hanya memiliki loyalitas dan pengabdian tanpa syarat.

    Belum lagi nyawa taruhannya bagi kami yang berada di jalur Outsider (Perbatasan), yang sudah menjadi banyak korban berjatuhan ketika mendukung Persib.

    Statement BLUNDER tersebut kemudian viral. Dengan Power of Bobotoh maka tercipta dengan sendirinya lah #DjanurOUT.

    Walau saya tetap berpendirian bahwa #InDjanurWeTrust, kenapa?

    Karena saya tidak mau melihat Persib Broken Home kala itu. Saya sangat yakin, bahwa persib bisa bangkit ke arah yang lebih baik lagi dibawah nahkodanya.

    Namun akhirnya, keputusan turun dari 'Kursi Panas' kepelatihan sudah sangat bulat dan tak bisa diganggu-gugat. Persib pun harus menerima kenyataan dengan finish di urutan yang tidak seharusnya, tanpa adanya bimbingan dari seorang Pelatih (Ayah) seperti di musim lalu .

    Melihat pertandingan el clasico Indonesia kemarin, dipertemukannya kembali Persib dengan PSM Medan. Di mana laga el clasico di setiap penjuru dunia, selalu menampilkan pertandingan tensi tinggi dan penuh sarat gengsi .

    Sebagai tuan rumah Persib harus menerima kekalahan dengan skor 0-2. Iya, kami akui kekalahan itu.

    Pelatih lawan lebih jeli memanfaatkan titik kelemahan tim Persib yang pernah diasuhnya musim lalu. Begitupun Persib, di awal babak yang mampu melakukan penetrasi berkali-kali dan menggempur habis-habisan pertahanan PSMS Medan.

    Tidak ada satupun peluang yang berhasil dikonversikan menjadi gol. Dan inilah sepakbola, terkadang yang sering diunggulkan malah sebaliknya.

    Dibalik kemenangannya melatih tim rival, banyak sekali bobotoh yang membandingkan dengan pelatih persib sekarang dan saling adu pendapat dengan bobotoh lainnya, yang pernah memasang #DjanurOut!.

    Saya sendiri tidak begitu penting menyikapi perihal ini, Why? Kita Profesional saja, Karena mereka datang ke bandung untuk menjadi lawan bukan untuk liburan. Sudah seharusnya kita sebagai bobotoh bisa meneror mantan ehh Lawan heheh.. Kamarana atuh?

    Hesteg Psywar Bobotoh yang sering masang tagar sebelum Pertandingan #MantanDilarangBahagia,  TaklukanMantan, #TamuDilarangMenang, dan masih banyak Tagar lainnya.

    Bukan dengan sebaliknya, kita meng-Spesial kan barisan M**T*N . Memang seperti itu adanya, ketika mereka bertemu Persib selalu ingin tampil All Out dengan seluruh kemampuan skill individunya (Berharap bisa balikkan lagi sama Persib).

    Caper Sangat! Alus oge ngan ukur lawan Persib hungkul, selebihnanya kitu weh.

    Karena saya tidak pernah melihat hasil proses pada hari itu saja. Begitu juga sebaliknya.

    Andaikan pelatih persib sekarang (Gomez) mampu mengalahkan tim besutan beliau (Coach Djanur) di laga el clasico, belum tentu bisa menjadi tolak ukur untuk permainan Persib ke depannya. Sekalipun gengsi dan nama besar menjadi taruhannya.

    Perlu digaris bawahi untuk bobotoh lainnya agar bisa bersikap konsisten. Karena pada hakikatnya mendukung Persib itu mencintai 'Lambang di Dada' , bukan 'Nama Punggung' semata. Seperti apa yang telah dipropagandakan para pendahulu kita "PEMAIN DATANG DAN PERGI , KAMI PERSIB SAMPAI MATI " .

    Maka melalui tulisan inilah, saya mengajak bobotoh lainnya agar bisa menghargai namanya proses yang sedang dilakukan skuad tim Persib musim ini.

    Jangan ada lagi "BrokenHome Part 2" Seorang anak yang ditinggal Ayahnya pergi dengan cara menyemarakan TagLine #JagaGomez.

    Tanpa mengurangi rasa Hormat saya, teruntuk mantan pelatih Persib asing maupun lokal. Khususnya mantan pelatih, juga legenda hidup Persib yang pernah membawa kembali kejayaan 19 tahun ke Bumi Pasundan 2014 lalu, izinkan saya mengucapkan rasa terimakasih sebesar-besarnya, atas GELAR dan TROFI yang telah Anda berikan.

    Tidak ada niat atau unsur konteks SARA dalam tulisan yang saya buat ini.

    Seperti halnya CINTA, "Jika sampai ada yang tersakiti, Aku dulu yang pertama akan pergi."

    Dengan langsung dibuktikan nya oleh sang pelatih bernama lengkap Djajang Nurjaman musim lalu. Mengertilah, kepergiannya beliau kala itu adalah salah satu bentuk rasa Cintanya terhadap Persib.

    Terimakasih.
    Karawang, 22 Januaru 2018. (Bobotoh.id/RCK. Foto: AH)

    Tulisan ini dibuat Pasca El-Clasico Indonesia, ditulis Oleh Imam Hmbl.

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.


    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli