Teranyar

    Keterangan Kapolres Malang Tentang Rusuh di Kanjuruhan !

    16 April 2018 10:33
    Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung angkat bicara tentang kerusuhan yang terjadi di pertandingan Arema FC kontra Persib Bandung yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, Minggu (15/4/2018).

    Yade mengatakan, kericuhan antara pendukung Arema dengan pihak kemanan berawal dari salah paham.

    Ieu Rame Lur : Menanduk Bojan, Akankah Cunha Bernasib Seperti Supardi?

    "Awalnya, kecewa dengan kepemimpinan wasit. Terutama, setelah kartu merah, keputusan ini membuat Aremania kecewa. Beberapa suporter merangsek ke lapangan," kata Yade Setiawan dikutip dari viva.

    Pada saat kejadian, Aremania berusaha merangsek ke dalam lapangan. Kemudian, beberapa pendukugn Arema diamankan oleh keamanan internal Arema FC atau Match Steward. Namun, apa yang dilakukan Match Steward malah menyulut emosi Aremania yang lainnya.

    Mereka meminta oknum Aremania yang diamankan segera dilepaskan. Bentrok dengan Match Steward tidak terhindarkan. Korban luka-luka berjatuhan dari Aremania dan Match Steward. Aremania terus mengejar Match Steward hingga berlarian berlindung ke ruang official.

    "Pengamanan pertama yang menghalangi Aremania itu dari sekuriti internal. Mereka salah paham, keamanan kita ambil alih karena kewajiban kita memberi pengamanan," ucap Yade Setiawan.

    Yade menyebut personel keamanan yang diturunkan berjumlah 1.375 terdiri dari keamanan internal, polisi dan TNI. Tim Persib Bandung diangkut menggunakan empat kendaraan Baracuda menuju hotel.

    Kericuhan ini membuat ratusan Aremania pingsan, mereka menjadi korban gas air mata. Tim medis yang disediakan tidak bisa menampung korban dari Aremania.

    Beberapa rumah sakit di sekitar Malang, turut memberi bantuan. Hingga pukul 23.00 WIB belasan mobil ambulans datang mengangkut korban menuju rumah sakit. Kebanyakan korban kekurangan oksigen. (bobotoh.id/HL/Viva)


    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli