Teranyar

    Kilas Balik Persib Di Putaran Pertama & Dongeng Menariknya ! (Tamat)

    31 July 2017 14:26
    Beberapa momen dan kejadian mewarnai perjalanan Persib sejauh ini. Di setiap pertandingan, selalu terdapat momen menarik, baik yang terjadi di dalam lapangan maupun di luar lapangan. Berikut kilas balik perjalanan Persib dari pertandingan ke pertandingan di Liga 1 2017, hingga pekan ke-16.



    Madura United vs Persib, 9 Juli 2017

    Usai libur lebaran, jadwal padat harus dilakoni Persib. Empat hari pasca meladeni PSM Makassar, Persib harus bertolak ke “Pulau Garam”, Madura, untuk melakoni laga kontra Madura United. Kali ini pun, Djanur sudah kembali mendampingi tim. Kabarnya, sehari setelah tiba di Indonesia sehabis umrah, esoknya Djanur langsung terbang ke Madura menyusul tim.

    Kejadian menarik di laga ini, ada di pertandingannya sendiri. Madura yang tampil menekan sejak awal, diberi hadiah penalti pada menit ke-20. Penalti ini pun sangat kontroversial. Karena di tayangan ulang terlihat, sebetulnya Dedi Kusnandar lah yang dilanggar Greg, bukan sebaliknya. Namun wasit tetap pada keputusannya. Peter Odemwinge yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya.

    Berita Terkait : Kilas Balik Persib di Putaran Pertama & Dongeng Menariknya ! (Bag.1)

    Persib sempat mencetak gol pembalas di ujung babak pertama melalui Raphael Maitimo. Namun wasit menganulirnya, karena menilai Maitimo berada di posisi offside. Protes sempat dilakukan para pemain Persib, namun akhirnya menerima saja keputusan wasit.

    Di awal babak kedua, Essien sempat mencetak gol untuk Persib. Namun, lagi-lagi, wasit Kusni menganulir gol tersebut. Inilah untuk kedua kalinya gol Persib dianulir. Protes pun kembali dilakukan, namun wasit tak bergeming.

    Odemwinge kembali menggandakkan keunggulan Madura di menit ke-66. Persib akhirnya mampu mencetak gol melalui sepakan jarak jauh Maitmo. Kedudukan 2-1. Jelang akhir laga, Greg kembali mencetak gol untuk Madura. Skor berakhir 3-1 untuk Madura.

    Menjadi Bahan Olokan

    Wasit yang memimpin laga ini, Kusni, menjadi bulan-bulanan bobotoh karena keputusan kotroversialnya sepanjang laga. Banyak bobotoh mengecam Kusni di media sosial. Dari mencacinya, hingga membuatkan meme (gambar plesetan) untuknya.



    Persib vs Persela, 12 Juli 2017

    Kemenangan sepantasnya bisa diraih Persib ketika lawan Persela ini. Selain berlaga di kandang sendiri, Persela pun sejatinya bukan tim yang terlalu diperhitungkan di gelaran Liga 1 ini.

    Namun Persib ternyata kesulitan merengkuh kemenangan. Persela sendiri—sama seperti Bali United—dihuni beberapa nama yang dahulu memperkuat Persib. Seperti Eka Ramdani, M. Agung, dan Syamsul Arif. Pelatih Persela pun berasal dari tanah Priangan, Heri Kiswanto.

    Berita Terkait : Kilas Balik Persib di Putaran Pertama & Dongeng Menariknya ! (Bag.2)

    Persib mampu unggul lebih dulu lewat gol Matsunaga di menit ke-33. Namun Persela mampu menyamakan kedudukan lewat aksi sang mantan Persib, Samsul Arif, dengan sepakan penalti di menit ke-79.

    Bobotoh pun kecewa dengan hasil draw melawan Persela di kandang sendiri ini. Hingga suara-suara yang mendesak Djanur mundur pun kembali “panas” dan ramai diperbincangkan para bobotoh.



    Mitra Kukar vs Persib, 15 Juli 2017

    Di tengah kecaman bobotoh, Persib kembali menjalani laga tandang ke Tenggarong untuk menghadapi Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut. Persib sempat tampil menekan di awal laga, hingga berhasil unggul lebih dulu lewat gol Billy Keraf di menit ke-22. Mitra Kukar pun membalas di menit ke-41 lewat gol Marclei Santos dan unggul di menit ke-41 dan gol Oh In Kyun di menit ke-82.

    Yang menarik, adalah insiden penalti yang sempat diberikan wasit kepada Persib di menit ke-88. Para pemain Mitra Kukar sempat memprotes keras keputusan wasit yang memberikan penalti untuk Persib itu. Bahkan pertandingan sempat terhenti beberapa menit, karena para pemain Mitra Kukar dan pelatih mereka, Jafri Sastra sempat melakukan aksi walk out dari pertandingan. Namun mereka akhirnya kembali memasuki pertandingan setelah negoisasi alot. Penalti pun tetap diberikan pada Persib.

    Sayang seribu sayang, Maitimo gagal mengeksekusi sepakan 12 pas itu. Kedudukan tak berubah, 2-1 untuk kemenangan Mitra Kukar.



    Djanur Mundur

    Dan inilah titimangsa mundurnya pelatih kepala, Djajang Nurjaman. Di hadapan ribuan wartawan saat konferensi pers, Djanur menyatakan keputusannya untuk mundur. Kali ini ia sampaikan bahwa keputusannya tersebut sudah bulat.

    Esoknya, manajemen pun mengonfirmasi terkait mundurnya Djanur. Dan mereka kali ini mengizinkan Djanur mundur dari kursi kepelatihan. Persib untuk sementara ditukangi caretaker, Herri Setiawan.



    Persib vs Persija (22/07/2017)

    Inilah laga sarat akan rivalitas dan gengsi setiap tahunnya. Laga antara Persib dan Persija tidak hanya ditunggu-tunggu pendukung kedua tim, namun juga oleh pecinta sepakbola tanah air pada umumnya.

    Kali ini Persib harus tampil menghadapi Persija dibawah arahan caretaker Herri Setiawan pasca mundurnya Djanur. Seperti biasa, stadion GBLA dipenuhi bobotoh. Sudut-sudut tribun disesaki bobotoh. Nyaris tak ada ruang kosong.

    Jalannya pertandingan sendiri pun berlangsung alot. Namun Persib mampu unggul terlebih dahulu berkat gol Ahmad Jufriyanto di menit ke-14. Namun, 4 menit kemudian, Ramdani Lestaluhu berhasil membalasnya dengan mencetak gol di menit ke-18. Skor ini bertahan hingga akhir laga.

    Berita Terkait : Kilas Balik Persib di Putaran Pertama & Dongeng Menariknya ! (Bag.3)

    Tak hanya panas di luar lapangan, di dalam lapangan pun tensi rivalitas begitu terasa. Bahkan sempat terjadi keributan antar para pemain. Keributan ini diawali ketika Achmad Jufriyanto tak sengaja menendang bola yang sudah berada dipelukan kiper Persija, Andritany. Para pemain Persija tak terima dengan tindakan Jupe itu, dan lantas ramai-ramai “memberondongnya”. Vlado yang merupakan karib Jupe tak terima kawannya diperlakukan seperti itu. Ia pun lantas menghampiri kerumunan itu, dan juga menhampiri kapten Persija, Ismed Sofyan, yang merupakan orang pertama yang mengitimidasi Jupe. Keributan antara Vlad dan Ismed pun terjadi. Dan pertandingan sempat terhenti beberapa saat.



    Pelemparan Botol

    Sempat terjadi pelemparan botol yang dilakukan sebagian penonton di sepanjang laga. Terutama ketika pemain Persija hendak melakukan lemparan ke dalam atau sepakan pojok. Pelemparan botol pun sempat terjadi lagi ketika pertandingan sudah selesai. Dipicu keributan yang terjadi antara Valdimir Vujovic dan Ismed Sofyan di lapangan, para penonton lantas ramai-ramai melemparkan botol air mineral ke lapangan. Hujan botol pun terjadi usai pertandingan.

    Bahkan, sempat ada video yang menayangkan salah satu bobotoh yang merangsek masuk ke lapangan dan mengejar pemain Persija di lorong pemain, ketika pertandingan sudah selesai.

    Akhir-akhir ini marak diberitakan, manajemen dan awak tim Persija menyatakan ketidak inginannya bermain di GBLA lagi. Hal ini dikarenakan mereka kurang menerima atas insiden pelemparan botol kepada tim Persija saat pertandingan kontra Persib kemarin.



    Perseru vs Persib

    Persib Bandung menutup putaran pertama Liga 1 dengan kekalahan. Maung Bandung terjungkal di Stadion Marora, Kepulauan Yapen usai dihajar Perseru Serui dengan skor tipis 2-1. Kekalahan ini membuat Persib menjadi klub yang belum pernah lagi mencicipi kemenangan dalam lima laga terakhirnya.

    Carlton Cole Masuk Starter

    Pada laga ini, caretaker Herrie Setiawan memasukan nama Carlton Cole dalam starting eleven Maung Bandung. Sebelumnya, penyerang berkebangsaan Inggris ini diisukan akan segera didepan dari tubuh Persib.

    Pada laga kontra Perseru, Carlton Cole masih belum menunjukan taringnnya. Ia tak bisa membantu pasukan Maung Bandung dari kekalahan. TAMAT (bobotoh.id/Rio Rizky)

    Editor : HL

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli