Teranyar

    Kisah Menyentuh Fadli, Bocah Penjual Kerupuk Berjersey Persib

    6 December 2017 09:28
    Sebuah foto seorang bocah yang sedang menanggung dagangannya mendadak viral setelah akun Instagram @sartikaharun mengunggah sebuah karya jurnalistiknya, Rabu (22/11/2017) lalu.

    Menurut Sartika, bocah tersebut bernama Fadli. Bocah asal Kadungora, Garut ini menjadi tulang punggung keluarga saat dirinya berhenti sekolah kelas 6. Fadil berjualan kerupuk demi membiayai kehidupan satu adik dan ibunya yang tengah hamil.

    Ieu Rame Lur : Nilai Kontrak 5 Pemain Persib ini Masih Kalah Dahsyat Dibandingkan Evan Dimas !

    "Keluar sekolah kelas 6 SD, tidak mendapat ijazah SD karena tidak mengikuti ujian. sebab dipaksa berhenti sekolah oleh guru dengan alasan terlalu banyaknya murid," ucap Fadil seperti yang tertulis dalam caption Instagram tersebut.

    Dalam menjajakan dagangannya, bocah berusia 13 tahun tersebut mengaku tak menentu. Kadang ia berjualan sampai ke Cibiuk atau sampai ke Leuwigoong dan sering mangkal di Cangkuang.

    Saat dijumpai di rumahnya, Fadil tinggal bersama Ibunya dan satu adiknya sedangkan Ayah tirinya bekerja sebagai kuli di Sumatera baru-baru ini. Sedangkan Ayah kandung Fadil meninggal saat dirinya baru berusia dua tahun.

    Jika tidak berjualan kerupuk, Fadil bersama ibunya mencari barang bekas untuk ia kumpulkan dan dijual.

    Keluarga kecil Fadil tinggal di sebuah saung milik tetangganya di tengah sawah. Saung tersebut sudah tidak layak huni karena tidak adanya penghalang atau tembok. Otomatis nyamuk dan angin dengan mudahnya menyerang keluarga kecil ini. Apalagi saat musim penghujan, keluarga kecil ini tak jarang kena terpaan angin dan air hujan.

    Kisah Fadil sontak membuat warganet di Instagram tersentuh. Sejumlah akun lain turut membagikan ulang unggahan tersebut.

    Bahkan tak sedikit warganet ini berinisiatif membantu kehidupan keluarga kecil Fadli dengan cara open donasi.

    Jika Bobotoh ingin membantu keluarga kecil Fadil, maka terlebih dahulu bisa menghubungi akun Insatgram @sartikaharun.

    Seperti akun siskaretno_, "Ini kalo mau ikutan donasi gmna caranya mbk ? @sartikaharun," tanyanya.

    Dan juga akun mickyaish, "Teh @sartikaharun palay ngiringan donasi kanggo Fadil,,kumaha carana? hatur nuhun," tuturnya.

    Sartika pun menjawab @siskaretno_ @mickyaish, "iyaa ada open donasi, selanjutnya nanti saya hubungin lewat DM (Direct Message)," jawab Sartika. (Abdul Rosid)

    Kadungora, (22/11/2017),- Fadil (13) merupakan seorang pedagang kerupuk keliling. Ia mulai berjualan kerupuk saat berhenti sekolah kelas 6 SD. "Keluar sekolah kelas 6 SD, tidak mendapat ijazah SD karena tidak mengikuti ujian. sebab dipaksa berhenti sekolah oleh guru dengan alasan terlalu banyaknya murid" Ucap Fadil. Saat ini ia menjadi tulang punggung keluarga untuk sementara ini. Dalam menjajakan dagangannya, Fadil tidak menentu kadang ia berjualan sampai ke Cibiuk atau sampai ke Leuwigoong dan sering mangkal di Cangkuang. Diusianya yang masih belia tidak membuat Fadil patah semangat. Saat memanggul dagangannya yang kerap kali dibawa, ia ingin mengurangi beban ekonomi keluarga. Meskipun Ibunya tidak memaksanya untuk berjualan, tetapi Fadil merasa kasihan kepada Ibunya yang saat ini sedang mengandung lima bulan untuk tidak bekerja berat. Saat dijumpai di rumahnya, Fadil tinggal bersama Ibunya dan satu adiknya sedangkan Ayah tirinya bekerja sebagai kuli di Sumatera baru-baru ini. Ayah kandung Fadil meninggal saat Fadil berusia dua tahun. Jika tidak berjualan kerupuk Fadil mencari barang bekas untuk ia kumpulkan. Begitu pun dengan Ibunya sama-sama mencari barang bekas. Fadil dan Ibunya tinggal di sebuah saung milik tetangganya ditengah sawah yang sebenarnya tidak layak huni. Tidak adanya penghalang atau tembok sehingga angin dan nyamuk mudah masuk, apalagi di musim penghujan seperti ini membuat Fadil, Ibu dan adiknya seringkali kedinginan dan terkena cipratan air hujan. Nama: Sartika Rizki Fadilah NPM: 24071116076 Jurusan/Sem: Jurnalistik/3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Garut #FikomUniga #FotoJurnalistik #Fikomuniga_id #HumanInterest #Jurnalistik

    A post shared by @sartikaharun on

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli