Teranyar

    Lelucon Supporter Terbaik!

    18 February 2018 19:42
    Bobotoh mendapat penghargaan sebagai suporter terbaik pada ajang turnamen pramusim Piala Presiden 2018. Banyak yang tak menyangka keputusan pihak operator menganugerahi predikat tersebut kepada Bobotoh.

    Tak ayal, pengumuman Bobotoh menjadi suporter terbaik saat berakhirnya pagelaran turnamen edisi ketiga ini mendapat respon reaktif dari berbagai kaca mata. Terutama di jejaring sosial media terbesar baik Instagram, Twitter dan Facebook.

    Ieu Rame Lur: Resmi Cuti, Ieu Penggentos Edy Rahmayadi

    Menurut Eko Maung, Redaktur Senior Bobotoh.id, penghargaan tersebut dirasanya hanyalah sebuah lelucon di dalam kaca mata sepak bola Indonesia. Pada saat live facebook Bobotoh.id, Ahad, (18/2/2018) pagi tadi, Eko Maung akan membahas tiga tanggapan berbeda yang ramai diperbincangan di dunia maya mengenai penobatan Bobotoh menjadi suporter terbaik saat Piala Presiden 2018.

    Yang pertama, ada Bobotoh yang merasa bangga atas pencapaian ini seperti akun facebook @Jadonz Jadonz. "Alhamdulilah wasyukurilah tetap penghargaan Best supporter terbaik deui kang," syukurnya.

    Dan yang kedua, ada juga yang merasa predikat ini menjadi tamparan baginya. Bagaimana tidak, di laga terakhir babak penyisahan grup A, Bobotoh melempar botol air mineral sesaat usai laga kontra PSM, (26/1/2018) lalu. Penyebab pelemparan botol itu tak lain Bobotoh merasa kesal lantaran tim kebanggannya 'keok' 0-1 dari Juku Eja.

    "Yang kedua, mereka yang merasa ini sebagai sindiran, dalam artian mereka tidak mempermasalahkan gelar suporter terbaik. Tapi ketika mendapat itu mereka tidak layak. Karena mereka juga merasa Persib suporternya tukang rusuh. Ada pelemparan botol, terus pas lawan PSM ada beberapa tidak tertib dan lain-lain. lalu ada beberapa insiden juga."



    Dan terakhir, menurutnya diadakannya penobatan suporter terbaik ini dirasanya sangat tidak penting. Suporter tidak berhak menerima penghargaan ini, karena suporter merupakan cara tersendiri untuk mendukung klub kebanggannya.

    "Yang ketiga, golongan seperti saya. Yang dari awal gelar suporter terbaik adalah hal yang tidak penting. Jangankan menerimanya, ketika dari awal dicanangkan tentang gelar suporter terbaik itu menurut saya udah enggak bener, sudah ngaco."

    Menurut Eko Maung lagi, ia berpandangan bahwa gelar suporter terbaik adalah rekayasa politis. "Tapi secara politis FIFA menganugrahi suporter terbaik itu sebetulnya untuk merekayasa kultur. Karena tahu ini suporter sering ricuh, Maka di GR-GR-in biar jangan rusuh, biar menjaga perilaku, diiming-imngi oleh gelar suporter terbaik."

    "Jadi menurut saya itu suatu rekayasa atau sesuatu untuk mengarahkan suporter ke arah tertentu yang enggak bikin repot intinya yah."

    "Yang namanya suporter itu unik, yang khas yang enggak perlu diarahkan ke hal-hal seperti itu. Asal tidak melanggar hukum, tidak melanggar ketertiban. Saya pikir suporter mah bebas-bebas saja," pungkasnya (Bobotoh.id/AR)


    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli