Teranyar

    Manajemen Arema Ungkap Kronologis Kericuhan Saat Menglawan Persib !

    16 April 2018 09:26
    Laga Arema FC kontra Persib Bandung pada pekan keempat Liga 1 2018 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, Minggu (15/4/2018) kemarin berakhir rusuh. Wasit bahkan belum sempat meniupkan peluit panjang karena suporter Arema sudah terlanjur turun dan membanjiri lapangan.

    Pendukung Arema yang dikenal dengan sebutan Aremania melampiaskan kekecewaannya dengan melempari lorong menuju ruang ganti pemain. Dikabarkan, ratusan korban berjatuhan dan dilarikan ke rumah sakit. Kebanyakan korban adalah suporter wanita.

    Ieu Rame Lur : Persib Tahan Arema FC Di Dasar Klasemen!

    Menurut Media Officer Arema FC, Sudarmaji, kerusuhan dipicu oleh kekecewaan suporter terhadap kepemimpinan wasit Handri Kristanto.

    "Kronologi dalam konteks manajemen tadi sudah berdiskusi bahwa gerakan penonton itu banyak bereaksi karena keputusan wasit," katanya dikutip dari kompas.com.

    Ia mengatakan, awal mula kekecewaan Aremania saat gol kedua Persib yang dicetak oleh Ezechiel Ndouassel pada menit 77. Manajemen Arema menilai, sebelum terjadinya gol, Ahmet Atayev dijatuhkan lawan di tengah lapangan. Namun wasit tidak menghentikan pertandingan sehingga gawang Arema bobol untuk kedua kalinya.

    "Yang pertama saat pelanggaran Atayev (Ahmet Atayev). Kemudian akhirnya tidak diberikan keputusan oleh wasit. Itu sudah tanda-tanda bahwa penonton sudah melakukan gerakan," jelas Sudarmaji.

    Pemicu kedua, kata Sudarmaji, kartu merah yang diberikan wasit kepada pemain Arema Dedik Setiawan. Wasit menilai jika Dedik menyikut pemain Persib, Ardi Idrus pada menit ke-88.

    "Kemudian ada keputusan yang tidak kita tahu secepat itu, kartu merah terhadap Dedik. Itu penonton sudah melakukan upaya mereaksi keputusan wasit. Terus kemudian setelah itu terjadi (tendangan) corner dan penonton sudah mulai turun. Itu di versi kita," terangnya.

    Kericuhan sendiri berawal dari tribun ekonomi bagian timur. Aremania tiba-tiba menyerang ke area lapangan. Tak lama berselang, suporter yang duduk di tribun bagian selatan dan utara juga ikut turun memenuhi lapangan.

    Sudarmaji mengatakan, pihaknya akan mengirim informasi kronologi kericuhan itu ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara kompetisi Liga 1, kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

    "Malam ini kita juga akan mengirim kronologi apa yang terjadi di lapangan. Karena sesuai regulasi kita diberikan kesempatan untuk melaporkan secara obyektif karena sudah ada formnya. Terutama yang berkaitan tentang keputusan-keputusan wasit," jelasnya. (bobotoh.id/HL)


    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli