Teranyar

    Mengapa Tulisan Dokter Di Resep Tertenjo Butut?

    7 December 2017 20:43
    Pertanyaan ini biasa timbul ketika Bobotoh selesai berkonsultasi dengan dokter dan diberi kertas resep untuk mengambil obat di apotek. “Kenapa tulisan dokter susah dibaca, ya?” Atau “kok tulisan dokter jelek sekali?”.

    Ini penjelasan yang dilansir laman blogdokter.net.

    Ieu Rame Lur: Mantan Pemain Sparta Rotterdam Trial Di Persela !

    Pertama, yang harus Bobotoh ketahui adalah bahwa resep dokter merupakan permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, atau dokter hewan kepada apoteker pengelola apotek (APA) untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi penderita sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Jadi, di sini jelas bahwa tulisan ini bukan untuk pasien.

    Ke dua, dokter menjaga kerahasiaan resep yang ditulisnya agar pasien tidak dengan mudah menggunakan resep itu. Setiap resep obat yang ditulis dokter memerlukan diagnosis terhadap penyakit pasien tersebut. Sebagai contoh, obat batuk/pilek untuk anak-anak berbeda dosis dan jenis obat yang diberikan untuk dewasa.

    Ke tiga, penulisan resep juga sengaja menggunakan singkatan-singkatan baku yang sudah disepakati secara internasional, seperti: C.= sendok makan, Cth.= sendok teh, Gtt.=1 tetes dan juga penggunaan bahasa latin seperti: Extende termiter (extende ter.) = oleskan tipis-tipis, In manum medici (I.m.m) = berikan ke dokter, Ad partes dolentes (Ad partes dolentes) = Pada bagian-bagian yang sakit.

    Ke empat, dokter berusaha melindungi kerahasiaan resep obat agar tidak disalahgunakan. Penggunaan obat tanpa dosis yang tepat dan benar sangat membahayakan, terutama obat-obat yang tergolong obat keras dan psikotropika. (Bobotoh.id/Ricky N.Sas)

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli