Teranyar

    Ngerakeun, Sib !

    4 August 2017 16:26
    "Itu semakin menunjukkan, yang ada memang akal-akalan," begitulah kalimat bernas dari Eko Maung ketika membuka sebuah video siaran langsung berjudul "Ngerakeun, Sib!", di akun Facebook BobotohID pada Jumat (4/8/2017). Pada kalimat itu, Eko sedang menyinggung Persib yang tetap menjual tiket pertandingan kontra PS TNI besok, karena Persib menganggap sanksi yang diberikan oleh PSSI hanyalah sanksi penonton tanpa atribut, bukan sanksi tanpa penonton.

    Menurut Eko, PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) telah bermain tafsir dengan mengotak-atik pengertian sanksi yang telah diberikan oleh PSSI. Eko berpendapat, seharusnya Persib berpegang pada statement pertama Sekjen PSSI yang mengatakan bahwa sanksi untuk Persib adalah sanksi pertandingan tanpa penonton.

    "Karena statement yang kita pegang itu, kan, statement pertama dari Sekjen PSSI. Jadi yang betul memang tanpa penonton, bobotoh," beber Eko.

    Eko pun lantas memberi penjelasan ihwal perbedaan antara "sanksi penonton tanpa atribut" dan "sanksi tanpa penonton". Sanksi penonton tanpa atribut, adalah sanksi yang melarang suporter mengenakan atribut tim kebangaan mereka ketika menyaksikan Persib berlaga. Sedangkan sanksi tanpa penonton, adalah sanksi yang melarang suporter--dengan atribut apapun--menyaksikan sebuah pertandingan.

    Pada titik inilah menurut Eko, PT PBB telah mengakali sanksi PSSI tersebut dengan cara mengartikan bahwa, yang dimaksud suporter adalah mereka yang beratribut Persib. Sehingga, menurut PT PBB, para suporter masih bisa menyaksikan laga Persib nanti asal tidak memakai atribut Persib.

    Penafsiran dari PT PBB tersebut, ujar Eko, secara tidak langsung telah mengkerdilkan bobotoh itu sendiri. Karena PT PBB menganggap hanya mereka yang beratribut Persib lah yang merupakan bobotoh. Sedangkan mereka yang tidak beratribut Persib, bukan bobotoh.

    "Persib mengecilkan bobotoh sendiri, loh, ya. Mereka mendefiniskan bobotoh sebagai sekumpulan orang yang berbaju biru. Jadi menurut mereka (PT PBB), kalau orang-orang yang gak beratribut, itu bukan bobotoh. Jadi boleh nonton. Itu, kan, sama dengan mengecilkan pendukung mereka sendiri," beber Eko.

    Eko juga berujar sejatinya masyarakat Bandung dan bobotoh pun sudah menerima sanksi tanpa penonton. Mengakui sanksi tersebut. Namun Persib, dalam hal ini PT PBB, bersikukuh menafsirkan bahwa sanksi yang dimaksud adalah tanpa atribut.

    "Bahkan saya pikir, tadi dapat kabar, tidak ada penjualan tiket di Viking. Di (basis) kelompok-kelompok suporter tidak ada penjualan tiket. Itu sudah benar. Nah ini malah Persibnya yang keukeuh menafsirkan macam-macam, 'mengakali' regulasi."

    Eko berpendapat, sikap PT PBB ini tak lain dari hanya untuk meraup keuntungan belaka. Dengan menggelar pertandingan, mereka dapat menjual tiket.

    "Intinya mah, bisa menguntungkan mereka saja. Mereka ingin diuntungkan, dengan menggelar pertandingan," sebut Eko.

    Di akhir siaran, Eko sempat sedikit menyingkap "permainan" akal-akalan penafsiran sanksi ini. Menurut Eko, berubahnya statement dari Sekjen PSSI terkait sanksi ini, adalah hal yang semakin membuat banyak orang berprasangka adanya unsur kepentingan. Terlebih rekam jejak Sekjen PSSI saat ini, Ratu Tisha, adalah mantan Direktur Kompetisi di PT Liga Indonesia Baru. Yang mana saat ini komisaris utama PT Liga Indonesia Baru adalah Glenn Sugita yang juga Direktur PT PBB.

    "Dengan manuver seperti ini. Malah semakin kita berprasangka. Bahwa ada 'apa-apa' antara federasi, operator liga, dan Persib," tutup Eko. (bobotoh.id/Rio Rizky) (Foto : Ilustrasi)

    Catatan Redaksi : Atrikel diatas sesuai dengan apa yang disampaikan Eko Maung melalui siaran langsung facebook live bobotohID (BID)

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli