Teranyar

    Nizar Ulman : Kumaha Maneh We,Sib!

    19 June 2017 14:01
    Butut deui butut deui, kata-kata anu tuluy dikaluarkeun tina baham mun Persib maen. Untuk saat ini Persib menang itu adalah sebuah hal yang sulit diyakini. Bahkan beberapa pertandingan terakhir mulai bosan untuk berkomentar atau muak lebih tepatnya. Karena kesalahan-kesalahan yang terjadi sebenarnya adalah hal yang sama dari awal musim, tetapi masih terjadi sampai saat ini.

    Bobotoh seolah buntang-banting mencari titik permasalahan yang kemudian dicoba dijawab dengan berbagai persepsi. Mulai dari masalah pelatih, strategi, pemain yang tanpa hati, wasit, bahkan mempermasalahkan orang-orang yang duduk di bench pemain saat pertandingan.

    Prasangka bobotoh adalah salah satu upaya untuk menemukan kesalahan dan segera mendapat obatnya, tetapi apa yang bobotoh lakukan sepertinya tidak terlihat dilakukan tim pelatih dan manajemen.

    Kata evaluasi, evaluasi total hanya sebagai permen untuk meredam tangisan bobotoh sementara, sedangkan hasilnya nihil. Khusnudzon- nya mah mungkin tim pelatih sudah bekerja keras, tetapi seolah salah jurusan. Ibaratnya semacam memasang air conditioner di Lembang saat usum hujan.

    Jika kami dianggap so tahu, begog, atau apalah itu, wajar lah, kami bukan expert dalam bidang kepelatihan dan permengbalan, tapi kami juga punya mata dan hati yang bisa melihat dan merasakan, nu kumaha maen alus teh, nu kumaha maen pimeunangeun teh, nu kumaha nu pijuaraeun teh.

    Ieu Rame Lur : Ketika Pemain Persib Menyieun Djanur Merinding ! Begini Ceritanya...

    Ya tim pelatih lah dan pemain yang seharusnya punya solusi jitu dan cepat agar semuanya kembali pada jalur dan permainan yang pimeunangeun. Tugas kami mah hanya mendukung, ka stadion beli tiket, dan siap dijadikan pasar sponsor.

    Sebenarnya kekalahan itu wajar, sebab terlalu muluk-muluk lah untuk menang di setiap pertandingan. Tetapi ada perasaan yang mengganjal bahkan ketika menang tapi dengan permainan yang amburadul, apalagi kalau kalah, terus main butut, seolah hayang ngalebok takjil ti masjid jeung dus-dusna.

    Jangan salah artikan perilaku kami seperti ini, karena bukan atas dasar kebencian, tetapi karena cinta dan ingin klub yang dicintai berjaya kembali. Mungkin pernyataan ini sudah mulai bosan untuk diucapkan, dan sudah dianggap klise, tapi da aslina ieu mah.

    Sok lah berubah, evaluasi bukan hanya sekedar dinu kumis tapi hasil tetep miris. Tidak muluk-muluk lah, yang penting disisa pertandingan putaran pertama ini bisa sapu bersih pertandingan kandang dengan kemenangan, dan menang minimal sekali di pertandingan tandang. Kemudian saat pertengahan musim baru edankeun pisan eta evaluasi. Tapi hal tersebut sekedar harapan dari kami yang reueus kanu jadi Persib, jika tidak mau atau tidak sanggup?

    Ya kami hanya bisa berkata, “ KUMAHA MANEH WE,SIB!”

    *Penulis adalah seorang bobotoh bernama Nizar Ulman

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkandengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli