Teranyar

    Persib 2017: Aib & Hikmah Di Balik Kesombongan!

    27 October 2017 17:47
    Musim Liga 1, mendekati tamat. Persib? Nya kitu tea weh, terjerembab di posisi yang memprihatinkan. Target yang diusung pun sarua memprihatinkan. Awal musim targetnya juara, paruh musim cukup 5 Besar dan 'ngan saukur' tidak terdegradasi di akhir musim.

    Polemik saha sih pelatih Persib nu sabenerna?

    Ieu Rame Lur: Rekor Tak Pernah Menang Persib Terhenti !

    Mau Tiket VIP Persib Gratis? Klik Di Sini...

    Permainan template, monoton, nyieun tunduh, sampai-sampai komentator TV bilang acak-acakan. Belum lagi oknum manajemen yang seringkali (dianggap) menabrak regulasi tepi ka kami bosendi dumay PERSIB selalu dipoyok. AIB!

    Mega transfer marquee player Si Bison Essien dan Si Badag Cole (nu ayeuna teuing kumaha nasibna) sampai secercah harapan yang akhirnnya pareum oge dari seorang Ezechiel nyatanya tak mampu membawa Persib keluar dari keterpurukan.

    Skuad Persib yang “mewah”, “bertabur bintang”, “los galacticos” jeung sajabana nyatanya sulit menembus 10 besar klasemen. AIB!

    Pasca Wa Djanur mundur, nyatanya Persib tak memiliki juru racik strategi yang mumpuni. Tanpa mengecilkan peran careteker dan pelatih 'boneka' Emral, Persib selalu buntu dan strategi yang itu-itu melulu sehingga mudah dibaca, dipatahkan dan dikekeak lawan.

    Dengan gaya mapay gawir eta Persib mencetak rekor seri terbanyak. Sejauh ini (26/10), Persib sudah menyamai rekor PKT Bontang (1994/1995) dan Persita Tanggerang (2003) yang pernah mencatatkan 14 hasil imbang dalam semusim.

    Lebih jauh lagi, jumlah total gol Persib sejauh ini hanya 35 gol. Comvalius top skor sementara wae geus 33 gol ek meupeus rekorna 34 gol Peri Sandria sang Legenda. Top skor Persib saha cing? Maitimo 8 gul!

    Topskornya seorang gelandang, nya berarti katingali kan kumaha kondisi Persib ayeuna. AIB!

    Sanksi PSSI yang sering menghampiri, regulasi pemain muda yang tak pasti hingga kekecewaan bobotoh via aksi damai ikut membumbui perjalanan Persib musim ini. Sebagai bobotoh ti jaman Persib maen di Siliwangi nu sok asup via ngajleng atawa mayar aparat, saya cukup banyak merasakan suka duka menjadi bobotoh.

    Duka yang saya rasakan musim ini sama seperti ketika Persib era Suryamin tahun 2000, Deny Syamsudin tahun 2002, Marek Andrezj Sledzianowski tahun 2003, Risnandar-Arcan Iurie tahun 2006. Masa kelam dimana Persib nyaris terdegradasi. AIB!

    Bombastisnya media dalam pemberitaan Persib awal musim adalah awal petaka. Kemewahan yang membawa kesombongan. Kesombongan yang membawa ujub dan takabur. Kesombongan yang membawa petaka.

    Musim ini kita belajar bahwa kondisi keuangan klub yang sehat, fanbase luar biasa besar dan marquee player termahal bukanlah jaminan untuk sebuah trofi. Kita tunggu bukti nyata manajemen dan PT. Persib Bandung Bermartabat menindaklanjuti aspirasi aksi damai Bobotoh dan hasil akhir Persib musim ini bagi evaluasi musim depan. Da musim ini mah sudah terlanjur AIB!

    Evaluasi menyeluruh adalah mesti. Reshuffle manajerial adalah keniscayaan. Regenerasi skuad adalah keharusan. Tanpa mengecilkan peran para pemain senior yang membawa Persib juara, nyatanya usia tak bisa dinyana.

    Jupe 31 tahun, Toncip, Mas Har, A7ep 32 tahun, Bang Pardi 35 tahun, Vlado, Sergio, Aa Tantan, Bli Made 36 tahun. Umur sakitu, pemain relatif akan mengalami grafik permainan dan fisik yang menurun (kecuali Gonzales jeung Ibrahimovic meureun).

    Nasib pemain muda siga Imam, Jasuk, Agung, Purwaka, Basith, Puja, Billy, Angga nepi Zola duduk manis mengantri, menanti saat seniornya dimakan waktu atau berpaling mencari peruntungan di klub lain. Dananehnya di klub lain jadi alus.

    Tengok Taufik, Marcos Flores, Ferdinand, Samsul sampe Zulham yang ngalelewe Henhen.

    Semoga musim depan tak ada lagi takabur di awal musim. Tak ada lagi pemilihan pelatih setelah pemain. Tak ada lagi regulasi yang dilanggar. Tak ada lagi mantan yang ngekeak Persib . Tak ada lagi calo tiket.Tak ada lagi stadion sepi. Tak ada lagi bobotoh nu sare di stadion. Tak ada lagi AIB dalam sejarah Persib!

    Well terakhir, Selamat atas rekor seri-nya ya Sib, musim depan menanti. Spaso sudah WNI, Konate kabarnya menanti, pemain timnas U-19 kode keras, Maung ngora juga tak boleh dilupa. Tapi kepastian pelatih adalah kunci. Manajer yang seger juga bener.  HIDUP PERSIB! (Bobotoh.id/Ricky N.Sas)

    Ditulis oleh Riky Arisandi, ayah dari Muhammad Yashvir Arisandi dan Nazneen Yasheera Arisandi

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Mau dapat tiket VIP gratis? Caranya mudah, silahkan kontak WA 089662541246 lalu klik di sini dan ikuti aturan mainnya, der ahhh.... Hatur nuhun ! (Isi Kode Reseller : RDK10)

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli